Siapa Pendiri Kelenteng Tiao Kak Sie di Cirebon?

images 52
0 Komentar

Kajian tentang Vihara Dewi Welas Asih telah dilakukan oleh peneliti Belanda, J.L.J.Y. Ezerman dan hasil penelitiannya dituangkan dalam bahasa Belanda Beschrivjing van den Koan-IemTempel “Tiao-Kak Sie” Te Cheribon” yang diterbitkan pada tahun 1918.

Buku ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu Kuno oleh S. M. Latief dengan judul “Perihal Kelenteng Tiao Kak Sie di Tjirebon” dan kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Iwan Satibi (Ie Tiong Bie) pada 2003 dalam judul Catatan Mengenai Kelenteng Koan Iem “Tiao-Kak-Sie”.

Sebutan Kelenteng Tiao Kak Sie. “Sie” artinya rumah orang beribadat (tempat bertapa). “Tio” berarti air pasang (air naik), dan “kak” berarti bangun dari tidur atau membangunkan atau membawa kepada akal yang benar.

Baca Juga:Baba Chong An di Desa JamblangArca Dewa Siwa Masa Indraprastha di Goa Sunyaragi

Dengan demikian, Kelenteng Tiao Kak Sie mempunyai dua arti. Pertama, kelenteng merupakan tempat yang dibangunkan oleh air pasang. Kedua, kelenteng merupakan tempat akal bertambah.

Vihara ini diperkirakan berdiri pada 1595 M, namun pendirinya tidak diketahui dengan pasti. Pada masa-masa awal pendiriannya, banyak masyarakat Tionghoa di Kampung Srindil, Sembung dan Talang ditugaskan untuk membantu armada Kekaisaran Ming dari Tiongkok untuk menyediakan perbekalan kapal, perdagangan dan hubungan diplomatik dengan Pulau Jawa. Kelenteng ini dahulunya dibuat dengan memakai perhitungan Hong Sui.

Di Tiongkok, kelentengnya dibangun menghadap ke arah Selatan disebabkan di Selatan dari Tiongkok merupakan daerah yang selalu bercahaya sepanjang tahun. Catatan tertua lain berkenaan dengan tahun pendirian Vihara Tiao Kak Sie yaitu tahun 1658.

Hal ini berdasarkan papan bertulis atau “Pai” yang berisi pepatah singkat yang ditujukan kepada para Dewa untuk penghormatan. Biasanya pada Pai tertulis nama pemberi dan tahun pemberian Pai itu.

Pai tersebut terletak di atas altar samping pada dinding belakang (Nur, 2006: 103). Pada salah satu Pai tertulis: “Khanghi, tahun Mo-sut, pada musim Chiu (musim rontok) pada hari yang baik ini disumbangkan oleh Tan Kok Liong”.

Pada pai yang lainnya terdapat tulisan :“Khang –hi, tahun Mo sut, bulan ke tujuh disumbangkan pada hari yang baik oleh Liem Ciok Tiong”. Khang-hi adalah nama seorang kaisar yang memerintah Tiongkok dan sezaman dengan Raja Lodewijk di Eropa.

0 Komentar