TOKOH Sultan Matangaji sampai saat ini masih misteri. Catatan tentangnya hanya bisa meraba-raba dari naskah babad dan sejumlah tinggalan arekologis yang diyakini sebagai petilasan Sultan Matangaji.
Baca: Mencari Terang Petengnya Sultan Matangaji (Bagian Kedua)
Banyak pihak yang merasa prihatin, terutama dari kalangan pemerhati sejarah lokal Cirebon. Rasa penasaran timbul terutama terkait bagaimana semestinya alur kepemimpinan sultan kasepuhan berlanjut. Itu sebabnya disebut “sejarah peteng”.
Beberapa penelitian yang berupa suntingan teks dalam penelitian filologi memberikan gambaran masa kepemimpinan Sultan Matangaji. Satu sama lain berbeda pandangan. Akan tetapi mengarah pada satu kesimpulan yang sama, bahwa Sultan Matangaji menentukan sikapnya untuk melawan Belanda. Namun pada akhirnya kekalahan ada di pihak Sultan Matangaji
Baca Juga:Pro Kontra Berdirinya Bank DuniaTernyata Lagu Indonesia Raya Diciptakan oleh Seorang Jurnalis
Pada tinggalan arkeologis yang terkait dengan Sultan Matangaji antara lain cerita asal-usul Desa Matangaji (Sumber, Kabupaten Cirebon) dan sejarah Situs Matangaji (di Blok Melangse, Desa Karyamulya, Kecamatan Majasem, Kota Cirebon).
(bersambung)
