Ternyata Lagu Indonesia Raya Diciptakan oleh Seorang Jurnalis

3954437945
Syair lagu Indonesia Raya (IST)
0 Komentar

LAGU Indonesia Raya sedang menjadi perbincangan di media sosial. Lagu yang selalu berkumandang, tidak hanya ketika upacara bendera atau peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia, tapi juga kegiatan resmi mulai tingkat paling rendah hingga skala nasional ini, dihina orang Malaysia.

Bahkan, tanda pagar #IndonesiaRaya dan #Malaysia jadi trending topic hari ini, Senin, 28 Desember, setelah adanya warga Malaysia yang ‘memparodikan’ Lagu Indonesia Raya dan mengunggah lagu tersebut di akun MY Asean yang berlogo bendera Malaysia. Saat ini, akun tersebut tak lagi muncul di YouTube. 

Tapi, tahukah kisah di balik lahirnya lagu Indonesia Raya?

https://twitter.com/VideoSejarah/status/1321331844739002369?s=20

Dilansir dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Senin, 28 Desember, Lagu Kebangsaan Indonesia Raya diciptakan oleh Wage Rudolf Supratman, seorang pemuda biasa yang berkerja sebagai jurnalis di Bandung dan Jakarta. Wage muda, rajin menyumbangkan artikel di beberapa surat kabar saat itu, seperti Kaoem MoedaKaoem Kita, dan Sin Po

Baca Juga:Di Mata Belanda, Indonesia Raya Ciptaan WR Supratman KontroversialKata Pandemi Terpilih Menjadi Word of The Year 2020 versi Dictionary.com

Keterlibatan WR Supratman, dalam pergerakan kebangsaan dimulai sekitar tahun 1928, saat dia melihat sebuah pengumuman di majalah Timboel terbitan Solo, mengajak komponis-komponis Indonesia untuk membuat lagu kebangsaan. 

WR Soepratman yang merasa tertantang kemudian mengirimkan lagu gubahannya yang berjudul Indonesia Raya.

Lagu Indonesia Raya ini tidak lantas langsung dijadikan sebagai lagu kebangsaan Indonesia. Sebagai seorang wartawan, sudah menjadi tugas Soepratman untuk meliput berbagai kegiatan pergerakan, salah satunya Kongres Pemuda Kedua pada 28 Oktober 1928 atau dikenal juga dengan Hari Lahirnya Sumpah Pemuda. 

Saat itu Soepratman bertemu dengan salah satu teman Ir Soekarno dan juga tokoh muda, Soegondo Djojopeospito. 

Pertemuan ini menghasilkan suatu momen yang sangat berharga, ketika Soegondo meminta Soepratman membawakan lagu gubahannya pada kongres tersebut namun untuk menghindari represi dari penjajah, lagu tersebut dibawakan tanpa lirik. 

Maka dimainkanlah lagu Indonesia Raya oleh WR Soepratman untuk pertama kalinya pada Kongres Pemuda Kedua, 28 Oktober 1928 di Gedung Indonesische Clubgebouw, Jl Kramat Raya 106.

0 Komentar