Ketertarikan dan bergabungnya para priyayi di Jawa ke dalam Freemasonry tidak terlepas dari strategi propaganda oleh R.M.A.A. Poerbo Adiningrat yang membentuk sebuah komisi bernama Voorloopig Programma der Commissie voor het propageeren der Maconnieke idéé in de Inlandsche Maatschappij.
Beberapa strategi untuk mempromosikan ide-ide Freemasonry ke kalangan bumiputera diantaranya melalui program-program berikut:
- Menyebarkan tulisan-tulisan yang berisi konten Freemasonry dalam perspektif orang Jawa, seperti tulisan berjudul “Apa yang orang Jawa temukan dalam Freemasonry untuk menginspirasi semangat dan pikiran” („Wat ik, als Javaan, in de Vrijmetselarij voor geest en gemoed heb gevonden”); “Freemasonry, pekerja, individu dan sosial” („De Vrijmetselarij, arbeid, individueel en maatschappelijk”); “Esensi Freemasonry, berhubungan dengan arah spiritual yang sama” („Het Wezen der Vrijmetselarij, in verband met gelijksoortige geestesrichtingen”); “Sketsa kehidupan rakyat Jawa” (Dalam suasana malam yang nyaman) („Schetsen uit het Javaansche volksleven” (Gezellige avond).
- Membangun kontak dengan loji-loji terdekat agar memulai persiapan pekerjaan masonik melalui penyediaan informasi, membantu pekerjaan masonik atau tugas masonik yang telah selesai di loji. Kemudian memasukkan atau memproses hasil-hasil karya Freemasonry dalam majalah mingguan internal, laporan tahunan internal, dan sekaligus mempublikasikannya pada pers netral (neutrale pers) dan pers bumiputera (Inlandsche pers).
- Mengadakan survey pada penduduk asli terkemuka (priyayi) yang berpengaruh dalam gerakan rakyat atau pada masyarakat terpandang lainnya dokter, pengacara, pejabat administrasi, dll, menyerahkan setelah itu literatur sederhana kepada para elit bumiputera berpengaruh, sekaligus membangun diskusi tentang ide-ide yang diungkapkan dalam survei dan undangan.
- Pendidikan dan beasiswa.
- Memfasilitasi kontrak pengangkatan.
Strategi tersebut dicanangkan oleh Poerbo Adiningrat dan dilakukan melalui komisi propaganda yang dipimpinnya untuk mempromosikan ide-ide Freemasonry ke dalam masyarakat bumiputera sampai mengajak mereka untuk menjadi seorang Freemason.
Baca Juga:Gemeentehuis: Balai Kota Cirebon Karya Joost Jacob Jiskot, Anggota Freemason1 Maret 1920, Berdirinya Freemason Cirebon
Promosi yang dilakukan oleh Freemasonry dapat dilihat pamflet ajakan kepada bumiputera karena ditulis juga melalui bahasa Melayu, bahasa Jawa (aksara latin juga aksara Jawa), dan bahasa Cina pada buku kenang-kenangan Freemasonry dikutip dari “De Ster in het Oosten”, Weltevreden, “La Constante et Fidele”, Semarang, “De Vriendschap,” 1917. (*)
