Riwayat Kebangkitan Freemason Cirebon

COLLECTIE TROPENMUSEUM Portret van een Javaanse regent en vrijmetselaar TMnr 60042766 e1609564702521
Priyayi Jawa anggota Freemason. Koleksi Tropenmuseum
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Bergabungnya Westerdijk Bordijk ke loji luar Cirebon dan tidak adanya aktifitas pada laporan tahunan mengindikasikan pada tahun 1929 Kring Cirebon mengalami vakum.

Baca:

Adapun tahun 1930, loji ‘Humanitas’ Tegal memutuskan untuk tidak masuk dalam lingkaran loji Jawa Tengah karena sebagian besar anggotanya tinggal di Cirebon dikutip dari Indisch Maçonniek Tijdschrift, 36e Jaargang, 1930- 1931, 1930.

Pada dekade 1930-an, Freemasonry Cirebon menyelenggarakan berbagai kegiatan sehingga terjadi peningkatan keaktifan perkumpulan yang cukup efektif. Diantara kegiatan yang dilakukan adalah berkontribusi bagi pembukaan perpustakaan umum, diskusidiskusi dengan berbagai tema seperti ajaran dan pemikiran Freemasonry, filsafat, feminisme, spiritualitas, dan berbagai isu yang berhubungan dengan kondisi Hindia Belanda.

Baca Juga:Gemeentehuis: Balai Kota Cirebon Karya Joost Jacob Jiskot, Anggota Freemason1 Maret 1920, Berdirinya Freemason Cirebon

Laporan terakhir dari mengenai aktifitas para Freemason Cirebon pada masa pasca kemerdekaan disebutkan oleh Th. Stevens pada Indisch Maçonniek Tijdschrift tahun 1950. Dilaporkan bahwa pada tanggal 31 Desember 1948, Freemason di Indonesia berjumlah 582 orang dimana pada tahun tersebut pernah diadakan pertemuan Rapat Umum yang dihadiri oleh sepuluh loji dan perwakilan Freemason Cirebon. D. Freemasonry Bumiputera Cirebon: R.M.A. Pandji Ariodinoto.

Setelah didominasi oleh Freemason dari kalangan orang-orang Belanda sejak akhir abad 20 sampai berdirinya Kring Cirebon, Freemasonry di Cirebon ternyata memiliki Freemason dari kalangan bumiputera. Tulisan R. T. Soerio yang menyebutkan bahwa R. M. A. Pandji Ariodinoto, Bupati (Regent) Cirebon (23 Februari 1920-1927), adalah seorang Freemason dikutip dari Indisch Maçonniek Tijdschrift, 33e Jaargang, 1927-1928, 1928).

Dalam resume yang dibuat oleh seorang Freemason bumiputera yaitu R.M.A.A. Poerbo Adiningrat, tercatat bahwa R. M. Adipati Pandji Ariodinoto (masih menjadi Bupati Pemalang) diusulkan menjadi anggota Freemasonry di Loji ‘La Constante et Fidéle’ pada 24 November 1919.

Selain Ariodinoto, terdapat elit bumiputera lain yang diusulkan menjadi Freemason yaitu Raden Toemenggoeng Ario Tjondro Negoro (Bupati Sidoarjo), Raden Soerio (opsir irigasi di Pemalang), Raden Mas Toemenggoeng Ario Koesoemo Joedo (Bupati Ponorogo), dan Raden Mas Adipati Ario Tjokro Adi Koesoemo (Bupati Temanggung).

0 Komentar