Sebelum Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf tinggal di Bukit Duri dan mendirikan Majlis Ta’lim Al-Afaf, beliau sebenarnya tinggal di Menteng Atas dan mendirikan Madrasah Assaqafah di sana untuk jenjang TK dan SD. Namun, kemudian Sayyidil Walid memberikan isyarat agar Habib Ali pindah rumah ke Bukit Duri, dan mendirikan Majlis Ta’lim di sana, di sana nanti akan dikunjungi oleh ulama-ulama besar dari berbagai penjuru dunia.
Nama Majlis Ta’lim Al-Afaf kemudian beliau dapatkan dari pemberian gurunya yaitu RKH. Abdullah bin Nuh. Benarlah apa yang diisyaratkan oleh Sayyidul Walid, seiring berjalannya waktu, sudah banyak ulama besar dari berbagai penjuru dunia yang singgah di Majlis Ta’lim Al-Afaf.
Majlis Ta’lim Al-Afaf sendiri memiliki banyak jadwal pengajian, mulai dari pengajian awam, pengajian khusus, dan pengajian para ulama besar Jakarta. Mulai dari kitab kecil seperti At-Tahdzib Dalil Matan Taqrib sampai kitab besar sekelas kitab Ithaf Sadatil Muttaqin syarah Ihya Ulumuddin Imam Al-Ghazali.
Baca Juga:Setelah Syekh Ali Jaber, Guru Habib Rizieq Shihab, Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf Meninggal DuniaBanjir Kalsel, 21.990 Jiwa Terdampak dan Mengungsi
Murid yang rutin mengaji pun sudah banyak yang menjadi dai dan ulama, di antara murid Habib Ali yang bersinar dari kalangan Habaib adalah Habib Muhammad Taufiq Shihab, Habib Muhammad bin Husein, Habib Ismail bin Abdul Qadir Al-Haddad, Habib Ali Zainal Abidin Al-Athos dan banyak lagi yang lainnya. Adapun murid Habib Ali yang bersinar dari kalangan ahwal adalah KH. Salim Naih, KH. Fakhrurozi Ishaq, KH. Ahmad Syafii Mustawa, KH. Zaini Sholihin, dan banyak lagi yang lainnya.
