CARUBAN NAGARI-Selama ini anak indigo selalu identik dengan kelebihannya yang bisa melihat makhluk halus atau membaca masa depan.
Anak indigo seringkali disebut sebagai anak nila yaitu istilah yang biasa digunakan untuk mendeskripsikan seorang anak yang diyakini memiliki kemampuan atau sifat yang spesial dan tidak biasa.
Anak indigo terlahir dengan kemampuan yang bersifat spiritual dan memiliki kecerdasan yang tinggi.
Baca Juga:Hujan Salju di Gurun Sahara, Lihat VideonyaTidak Punya Rencana Pengendalian Pandemi, Epidemiolog: Tidak akan Terkendali, Pak Jokowi Belum Menangani Langsung
Nuha Anak Indigo Brebes. Begitu slogan yang diperkenalkan tim Muhammad Auva Nuha lewat kanal YouTube miliknya.
Tidak terbayangkan sebelumnya, pasangan H Mukson dan Hj Wilianti akan memiliki anak yang dikarunia kelebihan.
Mampu melihat hal-hal gaib, adu kekuatan dengan berbagai mahluk halus, bahkan mampu menyembuhkan orang-orang yang terkena penyakit tidak wajar. Itulah kelebihan Nuha sekarang.
Memiliki anak dengan kemampuan supranatural tidak menjadikan H Mukson dan istrinya lebih protektif dalam menjaga buah hati. H Mukson malah berusaha untuk mengimbanginya agar tidak menjadi malapetaka bagi Nuha.
H Mukson berusaha menjaga agar kemampuan yang dimiliki Nuha bisa bermanfaat bagi dirinya atau orang lain. Dirinya tidak malah memperlakukan Nuha seperti layaknya anak kecil.
“Saya arahkan shalatnya, ngajinya, dan kebaikan-kebaikan lain kepada Nuha, karena secara tidak langsung Nuha mungkin ada keturunan, karena kebetulan, saya sendiri menyukai hal-hal seperti itu,” papar H Mukson, dikutip dari panturaxfile.radarcirebon.com, Jumat (22/1).
Kenapa anak-anak dengan kemampuan khusus ini disebut indigo? Istilah ini konon disematkan untuk pertama kalinya oleh Nancy Ann Tappe dalam bukunya, Understanding Your Life Through Color, yang terbit pada 1982.
Baca Juga:Darsih, Tewas Terbakar Bersama Gubuk di Pulau Terpencil, Hanaut‘Penghuni Rimba’ Pedalaman Hutan Halmahera Selama Ratusan Tahun, Video Viral Usir Pendatang dengan Panah
Menurut Tappe, ia memakai istilah itu karena aura anak-anak tersebut berwarna nila atau indigo. Ia mengklaim telah melakukan penelitian mengenai hal ini sejak 1960-an. Konsep ini ramai dibicarakan ketika aliran New Age mulai berkembang pada 1970-an.
Hal ini semakin populer setelah pada 1998 terbit buku berjudul The Indigo Children: The New Kids Have Arrived yang ditulis Lee Carroll dan Jan Tober. Empat tahun kemudian, di Hawaii, digelar konferensi internasional tentang anak-anak indigo yang dihadiri 600 peserta. (*)
