‘Penghuni Rimba’ Pedalaman Hutan Halmahera Selama Ratusan Tahun, Video Viral Usir Pendatang dengan Panah

Jepretan Layar 2021 01 22 pukul 09.12.19
Penampakan Suku Terasing Togutil Usir Pendatang dengan Panah (Tangkapan layar Instagram smart.gram)
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Suku Togutil atau suku Tobelo Dalam belum lama ini dikabarkan memanah orang yang datang ke pedalaman hutan yang ada di Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara.

Baca: Jangka Sabda Palon: Ramalan Kehancuran Islam di Tanah Jawa?

https://www.instagram.com/tv/CKSXDTqhm1G/?utm_source=ig_web_copy_link

Informasi itu tersebar luas di media sosial lewat video yang viral pada Selasa (19/1/21) beberapa waktu lalu. Dalam video tersebut, tampak beberapa warga atau orang asing sedang menyeberangi sungai untuk berburu hewan di hutan.

Baca Juga:Tabrakan Beruntun Tegalgubug, 9 Tahun Lalu Laka Maut Tugu Tani, 22 Januari: Hari Pejalan Kaki NasionalSensus Penduduk 2020, Jumlah Pria Lebih Banyak dari Perempuan, Populasi Jomblo Meningkat?

Tiba-tiba seorang pria yang diduga dari suku Togutil keluar dari dalam hutan dan meneriakkan sebuah kalimat yang kurang jelas. Saat itu juga, panah melesat ke arah orang asing yang datang tersebut.

Setelah bermusyarawah dengan warga sekitar hampir sejam, akhirnya warga memilih mundur dan membiarkan suku Togutil kembali ke dalam hutan. Akibat kejadian itu, satu warga mengalami luka lengan karena terkena panah.

Orang Togutil bermukim secara berkelompok di sekitar sungai di hutan yang turut dijaganya dari tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab.

Belakangan, orang Togutil semakin terpinggirkan karena banyaknya penambang dan penebang hutan secara liar yang mengakibatkan mereka harus berpindah-pindah.

Sementara dari laman Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Aman) Malut, Togutil disebut sudah mendiami pedalaman Halmahera selama ratusan tahun. Selama ini mereka identik dengan julukan penguasa rimba.

Komunitas dengan populasi yang kian menyusut ini menggunakan bahasa Tobelo Dalam atau Tobelo Halus dalam komunikasi keseharian mereka.

Sedikit banyak mereka punya kemiripan dengan suku Alifuru yang mendiami pulau Seram, sehingga sebagian orang menjuluki Alifuru Halmahera.

Baca Juga:KPK Periksa 3 Anggota DPRD Jabar, Diduga Terkait Suap Proyek di Kabupaten IndramayuPandemi Corona, Manfaat Janda Bolong Bagi Pemula

Tapi, menilik bahasanya, sebagian masyarakat lokal Halmahera menyebut mereka sebagai Tobelo hutan atau orang hutan. Julukan dalam bahasa Tobelo (bahasa yang juga dipakai komunitas ini) adalah, Ohongana manyawa atau penghuni rimba. Mereka lebih suka dengan sebutan ini ketimbang nama Togutil. (*)

0 Komentar