Tolak Lockdown, Belanda Mencekam

Esm8thdXMAILgY0 1
Situasi Belanda (Twitter)
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Polisi anti huru-hara dikerahkan di berbagai kota di Belanda guna meredam kerusuhan yang meluas pada Senin (25/1/2021) malam.

Menurut Kepala Polisi Belanda, Willem Woelders, hingga pukul 10 malam waktu setempat, sedikitnya 70 orang sudah ditangkap.

Menurutnya, situasi sempat mereda hingga pukul 07.30 malam, namun setelah itu kembali terjadi kerusuhan.

https://twitter.com/rtvoostlive/status/1353788091211853828?s=20

Baca Juga:Akun Facebook Mengatasnamakan Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis: Bukan Milik SayaGempa Dahsyat Dipicu Sesar Aktif Lembang akan Gerak Tahun 2021, Ini Kata BMKG

Di Haarlem dan Rotterdam, polisi menggunakan gas air mata guna membubarkan massa. Sementara polisi anti huru-hara tambahan, telah dikerahkan.

https://twitter.com/bosschenaortje/status/1353805123441618945?s=20

Di Amersfoort, polisi dilempari kembang api oleh demonstran. Sementara di Den Bosch, terjadi penjarahan di sebuah supermarket.

Situasi di sejumlah wilayah lain juga mencekam. Seperti di Helmond terjadi bentrokan antara sekelompok pemuda dengan polisi.

Di Provinsi Zeeland, ada enam orang ditangkap setelah menyerukan orang-orang untuk melakukan kerusuhan melalui media sosial.

Sementara di Noord-Holland, ada lima orang yang ditangkap karena menyerukan kerusuhan di media sosial.

Sedangkan Wali Kota Gouda, menggunakan kewenangan daruratnya, setelah sejumalh kendaraan dibakar massa.

Kerusuhan ini terjadi setelah diterapkannya jam malam dan lockdown untuk menangkal penyebaran virus corona.

Baca Juga:Pemicu Gempa, 31 Sesar Aktif di Pulau Jawa, Termasuk di Dalamnya Sesar CirebonSebut Sesar Lembang Membentang 29 Kilometer ‘Tidur Nyenyak’ BMKG Ingatkan Potensi Gempa

Warga yang protes, langsung turun ke jalan-jalan, menentang aturan itu hingga terjadi bentrok dengan polisi.

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengecam keras terjadinya kerusuhan dalam demonstrasi anti lokcdown. Menurutnya, 99 persen warga telah patuh dengan aturan baru yang lebih ketat, termasuk penerapan jam malam.

“Setiap orang normal akan melihat ini dengan jijik dan bertanya pada diri sendiri apa yang dimiliki orang-orang ini, ‘kata Rutte. ‘Ini tidak ada hubungannya dengan protes: ini adalah kekerasan kriminal dan begitulah cara kami memperlakukannya,” tegas Rutte. (Dutch News.nl)

0 Komentar