CARUBAN NAGARI-Kisah yang terbilang menyeramkan terjadi di Argentina, seorang anak menyadari pergerakan pada jenazah ibu dan menyelamatkannya dari proses kremasi.
Peristiwa yang terjadi di Argentina ini menggegerkan warga setempat. Bagaimana tidak? Pasien yang sudah divonis meninggal kembali hidup karena kejelian buah hatinya.
Seorang anak berhasil menyelamatkan sang ibunda beberapa detik menjelang kremasi, ia melihat ibunya hidup lagi.
Baca Juga:Fenomena Pasangan Gancet, Mbah Mijan: Jangan asal Out Door Gaes, Jin Bisa Lihat KalianPasangan Gancet, Mbah Mijan Angkat Suara
Awalnya, sang ibu yang berusia 89 tahun dirujuk ke Rumah Sakit Kota Resistencia yang berlokasi di sebelah timur laut Argentina.
Ibu tersebut dilarikan ke rumah sakit pada Sabtu (23/1) karena mengeluhkan rasa sakit pada bagian dada.
Pada esok hari, dokter menyerahkan sertifikat pada anak perempuan pasien yang berusia 45 tahun. Serfitikat tersebut merupakan pernyataan bahwa pasien meninggal karena serangan jantung.
Menerima kepergian sang ibu, anak dan keluarga mempersiapkan upacara pemakaman.
Saat pemakaman berlangsung, hanya beberapa detik ketika petugas bersiap memasukkan peti mati almarhumah ke dalam tungku kremasi, sang anak segera menghentikan proses pembakaran karena melihat ada tanda kehidupan pada jasad ibunda.
Si anak, berdasarkan keterangan mengutip laporan media Argentina Info Veloz, langsung meminta petugas krematorium berhenti untuk tidak memasukkan ibu ke dalam tungku pembakaran.
“Saya ingin memberitahu ibu masih hidup, kami ada di crematorium saat melihatnya hidup. Jadi, kami ke klinik lagi,” terang sang anak.
Alhasil, ibunda yang sudah dinyatakan meninggal tersebut langsung dibawa ke rumah sakit lain dan mendapatkan perawatan intensif.
Baca Juga:Vaksin Novavax yang Diorder Indonesia Efektif, Hanya di Sejumlah Negara Lain Hasilnya BerbedaSesar Aktif, Gempa Pertama Guncang Kalimantan, 77 kali Sejak Awal Januari 2021
Rumah sakit yang merilis surat kematian telah dilaporkan kepolisian, pihak berwajib berjanji akan melakukan penyelidikan penuh. (*)
