Kecantikan Nyi Mas Larang telah terkenal ke pelosok negeri bahkan hingga para pangeran dari kerajaan lain seperti pangeran dari kerajaan #TalagaManggung, #SumedangLarang dan #SaunggalahKuningan. Para pangeran itu mencoba melamar Nyi Mas. Namun entah mengapa Nyi Mas selalu menolak lamaran mereka. Akibatnya, para pangeran bersitegang memperebutkan dirinya.
Sang Prabu mencoba menengahi konflik tersebut dengan menyelenggarakan sayembara ‘adu jajaten’ (pertarungan, red). Sabda raja, pemenang sayembara berhak menikahi Nyi Mas. Kemudian para pangeran mengeluarkan seluruh “elmu panimu, jampe pamake” (ilmu dan mantra kesaktian, red) sehingga terjadi pertarungan sengit.
Akhirnya Patih Kebo Bule dari kerajaan Sumedang Larang keluar sebagai juara. Namun anehnya, Nyi Mas menolak mentah-mentah sang juara sayembara. Tentu saja, Patih Kebo Bule murka dan mengamuk di istana.
Baca Juga:Ingin Tahu Simbol # yang Digunakan Twitter hingga Jadi Perang Jargon?Akar Pohon Raga Sakti di Kramat Cimandung Berbentuk Seperti Ular, Mirip Pohon Harry Potter
Menyaksikan kejadian itu, Nyi Mas merasa jengah lalu berwasiat, “Lebih baik aku ‘ngahiang’ beserta seluruh keraton daripada terjadi pertumpahan darah lagi”. Benar saja, tiba-tiba keraton beserta isinya raib.
Tak lama munculah mata air yang mengalir begitu jernih. Lalu Patih Kebo Bule yang amat sangat kecewa berbalik badan kembali ke kerajaannya di Sumedang. Sejak saat itu, tempat tersebut dinamai Gunung Larang. (*)
