CARUBAN NAGARI-Sejak 2004, kawasan hutan di Gunung Ciremai yang berada di bawah pengelolaan Perum Perhutani beralih status menjadi taman nasional. Hutan di kawasan ini rusak parah. Perbahan staatus dengan harapan mampu mengembalikan kelestarian hutan sesuai sebagai kawasan konservasi.
Melansir laman Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, hutan larangan adalah suatu area yang tidak boleh sembarangan orang memasukinya. Hutan ini digolongkan bukan berdasarkan “vegetasi” atau bentang alam maupun secara “geografis”, tetapi berdasarkan ‘nilai sakral’ yang diyakini oleh masyarakat setempat.
Bagi mereka yang percaya, di hutan larangan terdapat ‘pamali’ atau pantangan yang tak boleh dilanggar seperti berkata kotor. Sebab bagi yang melanggar, akibatnya kontan diterima saat itu juga.
Baca Juga:Ingin Tahu Simbol # yang Digunakan Twitter hingga Jadi Perang Jargon?Akar Pohon Raga Sakti di Kramat Cimandung Berbentuk Seperti Ular, Mirip Pohon Harry Potter
Area hutan ini juga dipercaya hanya bisa dimasuki dengan cara yang berbau ‘mistis’ karena merupakan tempat keramat dimana roh ‘Karuhun’ (nenek moyang, red) bersemayam. Hutan larangan yang dimaksud ialah Gunung Larang. Area ini kebetulan satu hamparan dengan wisata bumi perkemahan #AwiLega dan #CurugCipeutueuy, desa Bantaragung, Sindangwangi, Majalengka, Jawa Barat.
“Kalau memasuki Gunung Larang harus meminta izin atau mengucapkan salam dan tidak mengeluarkan kata yang tidak pantas serta merusak alam. Sebab akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan akibat murka penghuninya”, ungkap Mbah Kasmadi (65), seorang sesepuh masyarakat setempat. Menurut cerita masyarakat setempat memang telah banyak kejadian ganjil menimpa orang yang mengabaikan ‘pamali’ saat memasuki Gunung Larang.
Seperti cerita Dodi (47) yang pernah mengalami kejadian aneh tiga tahun lalu saat mendampingi penelitian mahasiswa Institut Pertanian Bogor (#IPB) di Gunung Larang. “Waktu itu saya tak sengaja mengucapkan sesuatu yang kurang baik sehingga kami tersesat cukup lama di Gunung Larang. Sungguh aneh, padahal wilayah itu tidak terlalu luas.
Tapi untungnya datang pertolongan dari seorang pengelola wisata Curug Cipeuteuy”, tutur Dodi menceritakan kejadian yang menimpanya. Mbah Kasmadi menambahkan cerita, konon di hutan larangan pernah berdiri kerajaan kecil di bawah kekuasaan kerajaan #Pajajaran. Kerajaan itu dipimpin Prabu Jambangan yang memiliki seorang ‘Abdi Dalem’ cantik jelita, Nyi Mas Larang namanya.
