CARUBAN NAGARI-Bagi penggemar film Harry Potter, tentu tak asing lagi dengan pohon magis Whomping Willow. Pohon raksasa dengan cabang bergerak-gerak dapat ditemukan di sekolah sihir Hogwarts. Dedalu Perkasa itu menjadi jalan rahasia dari Hogwarts menuju Shrieking Shack di Hogsmeade.
Serupa dengan pohon yang tertanam di di depan gerbang situs Kramat Cimandung, Desa Krandon, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon. Salah satu legenda yang masih hidup adalah Raga Sakti. Inilah pohon keramat warisan Pangeran Cakrabuana.
Pohon ini diyakini mendatangkan keselamatan oleh masyarakat sekitar. Dari informasi yang didapat, pohon tersebut berusia ratusan tahun.
Baca Juga:Kecelakaan Hari Ini di Pantura Tegalgubug, Jangan Lupa Sejarah Desanya GaesPenasaran Jalan Raya Daendels Bandung-Cirebon: Rutenya Karang Sembung-Liangjulang-Jatiraga-Cirebon
Pohon tersebut juga dianggap sebagai penjaga situs petilasan Cimandung, pohon ini ditanam mbah kuwu sebagai tamen sebagai tolak bala lah ibaratnya seperti itu. Sampai sekarang pohon itu masih berdiri bahkan semakin besar.
Berdasarkan cerita leluhur, Mbah Kuwu Sangkan pernah membawa kayu pohon tersebut dalam pengembaraannya menyiarkan agama Islam. Kayu tersebut membuat takut musuh Mbah Kuwu Sangkan yang ditemui di perjalanannya.
Kayu tersebut terlihat seperti ular besar seperti naga mendampingi Mbah Kuwu Sangkan. Seketika para musuh langsung kabur. Padahal batang Raga Sakti yang dijadikan tongkat membantu Mbah Kuwu berjalan.
Sementara itu, kejadian aneh pernah dialami salah satu pengunjung situs kramat Cimandung. Saat itu, pengunjung yang kagum dengan keunikan pohon mengambil salah satu batang tanpa sepengetahuan juru kunci.
Beberapa hari setelahnya, pengunjung tersebut kembali ke petilasan dan meminta maaf kepada juru kunci. Dia mengungkapkan, perasaan si pengunjung seperti terlilit dengan kayu raga sakti dan penampakan sosok ular sehingga tidak bisa beraktivitas normal.
Situs Petilasan Cimandung merupakan salah satu tempat wisata religi di Cirebon. Petilasan Cimandung merupakan salah satu daerah yang menjadi napak tilas Mbah Kuwu Sangkan.
Banyak peziarah dari berbagai daerah datang ke Petilasan Cimandung. Umumnya mereka berziarah menelusuri jejak-jejak petilasan leluhur Mbah Kuwu Sangkan. Tidak sedikit juga yang datang ke Petilasan Cimandung untuk berdoa dengan maksud mendapatkan berkah.
Baca Juga:Dana Pembayaran Proyek Alun-alun Kejaksan dan RSDGJ Dipinjam Pemkot Cirebon buat Bayar Tunggakan ListrikLedakan Bom Bunuh Diri di Masjid Adz-Dzikro, Ini Kesaksian Kasi Propam Polres Ciko Iptu Sukirno
Di sisi lain, pohon Raga Sakti dari bentuknya, nyaris mirip dengan pohon di kawasan obyek wisata Akar Langit. Di antara barisan jati dan mahoni yang kurus tinggi, pohon ini tampak seperti akar yang menjalar ke atas. Bergumul jadi satu membentuk batang berdiameter sekitar 75 centimeter. Batang-batang kecil menjalar meliuk-liuk belasan meter ke pohon-pohon lain mirip jaring.
