Selamat Malam, Beredar Kembali Foto Penampakan Sosok Menakutkan, Terbang Bersama Organ Tubuhnya?

EtR4rDgXYAEuNWf
Hantu Kuyang (Twitter @fikaaa_cha)
0 Komentar

Umumnya, orang Banjar juga menggunakan tali ijuk sebagai tali ayunan bayi yang di-pukung (dibedong sehingga menutup bagian leher dan hanya kelihatan bagian wajah-kepala). Tujuannya, untuk mencegah dan menghindari gangguan kuyang dan makhluk halus.

Sebab, konon katanya, kuyang dan makhluk halus itu takut dengan tali ijuk. Untuk itu, ijuk juga dipakai sebagai dinding atau pelindung rumah. Caranya dengan mengikatkan tali ijuk tersebut di sekeliling bagian atas rumah.

Biasanya, kuyang yang melayang bersama organ tubuhnya itu akan tersangkut di tali ijuk yang terpasang di atap dan dedak bisa menempel di organ-organ dalam miliknya. Oleh sebab itu, orang-orang zaman dulu sering meletakkan dedak atau tali ijuk di atap rumah. Demikian dikutip dari buku Hantu: dari Suster Ngesot sampai Sundel Bolong tulisan @urbanlejen.

https://twitter.com/urbanlejen/status/402434369333108736?s=20

Baca Juga:Pasca Ambles, Angkutan Berat Dilarang Lintasi Jembatan Rembun Hingga Bulan MaretPerang Media, Pemerintah Komunis China Tuduh BBC Dapat Informasi dari Intelijen

Untuk membunuh kuyang, seseorang harus menemukan tubuh bagian bahwa yang ditinggalkannya. Setelah mendapatkannya, orang harus memasukkan benda-benda tajam di sambungan lehernya. Hal itu akan membuat kuyang tidak bisa menyatu kembali dengan tubuhnya dan akan membuatnya mati lemas.

Dilansir dari buku itu, menurut cerita, kuyang di Kalimantan punya minyak sakti yang disebut Minyak Kuyang, dalam bahasa setempat disebut Langa Kawiyang atau Minyak Kawiyang, Minyak Sumbulik atau Minyak Kuyang.

Konon katanya, minyak tersebut adalah sumber kesaktian kuyang. Menurut mitos, manusia biasa yang terkena Minyak Kuyang itu bisa berubah menjadi mahkluk tersebut. (*)

0 Komentar