Mengungkap Benua Atlantis di Laut Jawa

Terumbu karang Gosong Gia atau Annie Florence Reef terletak 150 kilometer timur laut Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur. identik sebagai ibukota Atlantis. Sumber : Dhani Irwanto
Terumbu karang Gosong Gia atau Annie Florence Reef terletak 150 kilometer timur laut Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur. identik sebagai ibukota Atlantis. Sumber : Dhani Irwanto
0 Komentar

Mungkin gambar peta dan langit

Plato menulis pulau ibukota Atlantis ada di laut yang dikelilingi benua tak terbatas, yang lainnya adalah samudera yang sebenarnya. Bekas kotanya sekarang berada di bawah laut. Tak dapat dilayari dan ditembus karena tertutup terumbu karang.

Dhani memperkiraan lokasi di laut Jawa, di lepas pantai Kalimantan. Ibu kota Atlantis identik dengan terumbu karang Gosong Gia atau Annie Florence Reef. Gosong Gia terletak 150 kilometer timur laut Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur.

Teks Plato berikutnya, ciri-ciri kota terdapat mata air panas dan dingin. Batu berwarna putih, hitam dan merah. Bebatuannya dilubangi untuk atap galangan (kapal) ganda.

Baca Juga:Sebelum Invansi Inggris, Raffles Kirim Mata-mata ke CirebonTak Bisa Berbuat Apa-apa, Sultan Sepuh Cirebon Mengundurkan Diri

Catatan plato ini mirip dengan Pulau Bawean, Gresik. Ada mata air panas dan dingin. Terdapat bebatuan beku berwarna merah, putih dan hitam. Di bawah bebatuan ini bisa untuk simpan kapal (galangan).

Untuk menggambarkan Kota Atlantis, Plato menulis kota terdiri dari cincin-cincin konsentris zona perairan dan dataran. Terdapat kuil kecil di atas bukit. Terdapat istana raja dan rumah pejabat. bangunan kuil dilapisi orichalcum, emas dan perak.

Dhani menunjukkan peta terumbu karang Gosong Gia berbentuk lingkaran. Dinding orichalcum masih kelihatan, tertutup terumbu karang, tapi masih kelihatan polanya. Masyarakat Bawean, menyebutnya pulau gaib di utara Bawean. Pulau berbahaya bagi pelayaran, kadang muncul kadang tak terlihat. Ia mencocokkan dengan data pelayan Amerika jika terumbu karang Gosong Gia, kadang muncul saat air surut dan tenggelam saat laut pasang. “Berbahaya bagi pelayaran,” ujarnya.

Plato mencatat Atlantis hancur sembilan ribu tahun sebelum Solon. Hancur karena gempa bumi dan “banjir” dari laut. Tenggelam tanpa henti setelahnya. “Banjir laut itu tsunami. Gempa dan tsunami saling terkait,” kata Dhani.

Dhani menyimpulkan terjadi tsunami yang diawali dengan gempa bumi. Kemudian puing kota tenggelam karena kenaikan permukaan air laut secara perlahan-lahan. Bertepatan dengan bencana alam pada akhir periode dryas muda, sekitar 11.600 tahun lalu. Berat es bergeser ke lautan memicu retakan di kerak bumi untuk bergerak menyebabkan bencana hebat. Menyebabkan gempa, letusan gunung api, gelombang pasang dan banjir. Menghancurkan populasi manusia. (*)

0 Komentar