CARUBAN NAGARI-Mr. Joesoeph pernah bekerja sebagai pengacara di kota ini dan dalam pekerjaannya sering menimbulkan kesan membela rakyat. Pada setiap acara pertemuan ia selalu memberikan janji-janji muluk, seperti akan membagi-bagi tanah kepada rakyat.
Baca:
Dengan cara tersebut rakyat Cirebon diharapkan dapat menjadi massa potensial guna mendukung rencananya. Selain kondisi sosial-politik yang telah dikuasai, juga janji-janji muluk dipropagandakan, dengan tema pembagian tanah untuk petani. Semua ini merupakan faktor penentu untuk memperoleh simpati dari rakyat Cirebon.
Meskipun demikian untuk melaksanakan suatu pemberontakan mereka menyadari bahwa PKI di Cirebon belum merasa kuat. Oleh karena itu didatangkanlah berbagai kesatuan Laskar Merah dari daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan dalih menghadiri konferensi agar tidak menimbulkan kecurigaan masyarakat.
Baca Juga:Kelompok Mohammad Joesoeph Gelar Latihan Militer Laskar MerahAkun TikTok Ini Bilang PKI, Komunisme Tidak Jahat? Mungkin Belum Baca Sejarah Cirebon
Pada tanggal 21 Januari 1946 di gedung Laskar Merah Cirebon berlangsung rapat pembentukan barisan penerima tamu yang diketuai oleh M. Ronggo, pemimpin PKI setempat.
Anggota Laskar Merah dari daerah-daerah lain yang dipusatkan di Hotel Reebrinck mulai membuat keonaran. Tingkah laku yang kasar terhadap masyarakat seperti tidak mau membayar makan di warung-warung, minta rokok secara paksa di pabrik rokok BAT, memancing keributan.
Dalam rangka konferensi, diadakan pawai keliling kota. Dalam pawai mereka mengenakan topi putih yang diikat pita merah serta masing-masing membawa berbagai senjata sambil meneriakkan yel-yel Soviet. Mereka juga membawa bendera merah berlambang palu arit yang menjadi identitas PKI. Pawai itu bertujuan untuk mengadakan pamer kekuatan.
Konferensi dihadiri oleh sekitar 3.000 orang. Sementara konferensi berlangsung, aksi-aksi kekerasan Laskar Merah semakin meningkat untuk memancing insiden dengan kelompok lain. Dalam pidato sambutannya Mr. Mohammad Joesoeph, memberikan pujian terhadap Uni Soviet (Rusia) yang telah mendukung revolusi sosial di Indonesia di forum Dewan Keamanan PBB. (bersambung)
