Kelompok Mohammad Joesoeph Gelar Latihan Militer Laskar Merah

ribberinkhotel
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Pada tanggal 7 November 1945 kelompok Mohammad Joesoeph memunculkan PIG ke permukaaan secara legal, sekalipun tidak disetujui oleh kelompok lain. Pemunculan PIG ditandai dengan terbentuknya Markas Besar PIG yang berkedudukan di Jakarta. Susunan pengurus Markas Besar PKI adalah sebagai berikut: Ketua, Mr. Mohammad Joesoeph; Sekretaris I, Mr. Suprapto, pernah menjadi pembela BTI dalam perkara pembunuhan Pelda Sudjono di Bandar Betsi 1965, terlibat G.30 S/PKI.

Baca: Detik-detik Perebutan Kekuasaan PKI di Wilayah Cirebon, Siapa Saja yang Terlibat?

Sekretaris Il/Bendahara, Mohammad Sain, W. Aryo, Hamid Sutan, E. Cordian, D. Totong dan Mr. Sutan Mohammad Syah; Ketua Badan Pendidikan, Mr. Sutan Mohammad Syah; dan Ketua Pers dan Penyajian, Hamid Parpatih, dan E. Cordian dengan anggota, Buyung Saleh Puradisastra, seorang penyair dan Guru Besar Bahasa Indonesia, tokoh Baperki, terlibat G. 30.S/PKI. Terakhir menggunakan nama Saleh Imam Poeradisastra.

Baca Juga:Akun TikTok Ini Bilang PKI, Komunisme Tidak Jahat? Mungkin Belum Baca Sejarah CirebonDetik-detik Perebutan Kekuasaan PKI di Wilayah Cirebon, Siapa Saja yang Terlibat?

Markas Besar PKI memperluas cabangnya antara lain di Sukabumi, Solo, Pekalongan, Madiun, Malang, Surabaya. Sebagai organ partai diterbitkan majalah Bintang Merah.

Pada tanggal 11 Desember 1945 dibentuk Laskar Merah. Selama satu bulan pada bulan Januari 1946, diselenggarakan latihan bersama Laskar Merah dari berbagai daerah di Solo.

Dalam latihan ini para peserta diajarkan keterampilan kemiliteran dan ideologi komunis. Lima hari setelah terbentuk, pimpinan PIG menyusun suatu program perjuangannya, yaitu: pertama, PKI akan terus berjuang untuk mencapai kebebasan organisasi dari kelas buruh dan petani, kedua, PKI akan terus meningkatkan pertentangan kelas, antara kelas petani buruh melawan kelas petani borjuis (pemilik modal), ketiga, menyita dengan segera semua pabrik-pabrik dan perkebunan-perkebunan, keempat, semua tanah harus di tangan petani yang diorganisir ke dalam soviet-soviet yang terdiri dari wakil-wakil rakyat, dan kelima, merasionalisasi semua tanah.

Suasana politik yang tidak stabil, karena terjadi pertentangan antara golongan moderat dengan golongan revolusioner mengenai cara untuk membela dan mempertahankan kemerdekaan, dimanfaatkan oleh PKI untuk menguasai kondisi sosial politik. Pada kesempatan tersebut orang-orang komunis anak buah Joesoeph menyusun rencana pengambilan kekuasaan daerah. Mereka memilih Cirebon sebagai daerah sasarannya, berdasarkan kesepakatan pertengahan Oktober 1945 bahwa Cirebon dijadikan daerah aksi berikutnya. (bersambung)

0 Komentar