CARUBAN NAGARI-Pemberontakan PKI Cirebon jarang diekspos ke permukaan, padahal pemberontakan PKI di Cirebon adalah pemberontakan tertua selepas diproklamasikannya Kemerdekaan Republik Indonesia.
Baca: Insiden Pecah, Laskar Merah dari Jawa Tengah dan Jawa Timur sampai di Stasiun Cirebon
Seperti sudah direncanakan, insiden pun pecah. Tiga hari menjelang peringatan Maulud, tepatnya tanggal 12 Februari 1946, PKI memulai aksinya dengan menyebarkan isu bahwa Polisi Tentara telah melucuti anggota Laskar Merah yang datang dari daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur di Stasiun Cirebon.
Baca Juga:Raden Dipati Natadireja Bertugas di Negeri Cirebon Kirim Surat ke Daendels, Isinya MengejutkanPenyerbuan PKI Mohammad Joesoeph Dikutuk Tokoh PKI Maruto Darusman
Perwira Polisi Tentara Cirebon Letda D. Sudarsono datang ke stasiun menemui seorang bintara jaga untuk memastikan kebenaran isu tersebut. Namun sesampainya di stasiun, ia disambut dengan tembakan-tembakan. la dikepung oleh pasukan Laskar Merah. Beberapa anggota Polisi Tentara ditawan.
Letda D. Sudarsono disandera, kemudian dibawa ke Markas Batalyon 13 Polisi Tentara dengan maksud untuk melakukan tuntutan. Karena gagal menemui pimpinan Polisi Tentara, mereka kembali menuju Markas Polisi Tentara Kabupaten di Hotel Phoenic dan menawannya.
Inilah langkah awal PKI dalam upaya menguasai jajaran pemerintahan setempat. Sebagian besar kekuatan bersenjata di Cirebon dilucuti, anggota tentara mereka tangkap dan dijadikan tawanan. Para tawanan itu dikumpulkan di beberapa bangunan yang dikuasai pemberontak. Hanya dalam waktu tiga hari Laskar Merah telah berhasil menguasai unsur bersenjata di Cirebon.
Dalam buku berjudul ‘Komunisme di Indonesia Jilid I: Perkembangan Gerakan dan Pengkhianatan Komunisme di Indonesia (1913-1948)’ yang diterbitkan oleh Pusjarah TNI, tahun 1999 menyebutkan, PKI di Cirebon diketahui lahir pada 7 November 1945 di bawah pimpinan Mohammad Joesoep dan Mr Suprapto. Mohammad Joesoep adalah seorang advokat dan pernah menjabat sebagai Ketua Persatuan Supir Indonesia (Persi).
Nurdin M Noer, dalam tulisannya yang berjudul ‘Pemberontakan PKI Antara di Cirebon dan Madiun’ menyebutkan, PKI di Cirebon di bawah pimpinan Mohammad Joesoep dan Mr Suprapto mencoba memanfaatkan situasi sosial politik yang tidak stabil saat awal masa revolusi. Sebab, ketika itu, ada pertentangan antara golongan moderat dengan golongan revolusioner, perihal bagaimana cara untuk membela dan mempertahankan kemerdekaan.
