CARUBAN NAGARI-Terletak pada KM 194,7 di Desa Kaliwedi Lor, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, ada sebuah stasiun kecil yang hanya menyisakan sejarah.
Baca: Perlintasan Kentrung Budeg, Siapa Sosok di Stasiun Kaliwedi?
Stasiun ini sendiri sudah berhenti beroperasi sejak 2007, sehingga membuat tempat ini penuh dengan kisah mistis dan tampak menyeramkan. Lokasinya yang jauh dari pemukiman warga ini terkenal dengan kisah kentrung budeg, karena tak memiliki sistem suara kedatangan kereta.
Akibatnya orang yang melintas tidak tahu kapan kereta akan datang, sehingga memakan banyak korban.
Baca Juga:7 Penumpang Avanza Tersesat di Hutan Gunung Putri, Cerita Warga: Sering Terjadi Mobil Tersesat, Ada Kisah MistisnyaJawa Dikuasai Belanda, Perancis Kirim Daendels Bangun Jalan Raya, Upah Pekerja Dikorupsi Penguasa Lokal?
Ternyata ada sebuah mitos yang berkembang terkait dalang dari penyebab banyaknya kecelakaan yang terjadi. Menurut masyarakat kejadian kecelakaan yang terjadi di perlintasan kereta api ialah dikarenakan oleh sosok Jurig Bonge.
Dalam buku A Book of Indonesian Ghosts karya Aulia Khairunnisa, Mira Wardhaningsih, sosok Jurig Bonge ini sering dikaitkan dengan kejadian-kejadian kecelakaan yang timbul di sekitaran rel kereta api atau jalan raya yang terkenal horor. Biasanya sosok ini akan membuat para pengendara yang melintas hilang pendengarannya dan acuh akan kondisi sekitarnya.
Sesuai namanya Jurig Bonge artinya adalah hantu tuli yang biasa menyesatkan indrawi manusia, karena itulan kita dianjurkan jangan melamun ketika melintasi kawasan yang horor karena memang Jurig Bonge ini bisa meniupkan hal-hal yang bisa membuat manusia hilang sadar.
Jurig Bonge konon suka menutup telinga manusia sehingga tidak bisa mendengar apa-apa yang berada di sekelilingnya. Mengenai gambaran sosoknya, hingga kini masih menjadi teori-teori liar yang berspekulasi, semua itu terjadi karena memang sosok ini belum pernah menampakan jati dirinya.
Menurut sebagian orang ada yang menilai bahwa Jurig Bonge tidak memiliki wujud nyata karena bersifat kabut dan asap yang bisa masuk ke tubuh manusia yang membuatnya bisa mempengaruhi pendengaran manusia hingga tuli.
Pendapat lainnya mengatakan sosok Jurig Bonge sering dikaitkan dengan mahluk tinggi besar yang mengenakan jubah hitam dan sering membawa sebuah bantal untuk menutupi kuping para pengendara yang melewati di wilayah kekuasaannya.
Sosok misterius ini menurut banyak orang bukan hanya mendiami jalur perlintasan kereta api saja, karena sosoknya yang termasuk kelas jin alas Jurig Bonge biasa juga menempati kawasan jalan yang ada di dekat hutan mupun perbukitan yang biasa mencelakakan para pengendara yang melintasi jalan tersebut.
