Sempat Geger, Janda Hamil karena ‘Angin’ Polisi akan Tes DNA

perempuan di kabupaten cianjur hamil mendadak dan melahirkan 73
Viral terlahir tanpa proses kehamilan di Desa Sukapura, Kecamatan Cidaun, Cianjur, Jawa Barat (pojoksatu.id)
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Polisi melakukan tes DNA terhadap bayi yang sempat viral terlahir tanpa proses kehamilan di Desa Sukapura, Kecamatan Cidaun, Cianjur, Jawa Barat, yang sempat menggegerkan warga hingga keluar Cianjur, sebagai upaya memastikan ayah dari bayi perempuan tersebut.

Baca: Janda Hamil karena Angin, Begini Kata Mbah Mijan

Kapolres Cianjur, AKBP Mochamad Rifai di Cianjur Senin, mengatakan viralnya kelahiran bayi perempuan dari rahim Siti Zainah (25) warga Desa Sukapura beberapa waktu lalu, karena sang ibu mengaku tidak merasakan kehamilan dan tiba-tiba melahirkan dibantu bidan sekitar.

“Bahkan di beberapa media menyebutkan kalau ibu dari bayi tersebut, tidak melakukan hubungan badan karena telah bercerai dengan suaminya. Namun usia perceraiannya baru empat bulan yang lalu, sehingga kemungkinan proses pembuahan sudah terjadi sebelum bercerai,” katanya dikutip dari Antara, Selasa (16/2/2021).

Baca Juga:Ingin Mobil Mewah, Pria Ini Jual Ginjal, FaktanyaDapat Gusuran, Warga Ramai-ramai Borong 176 Mobil Baru, Salah Satunya Paling banyak Sekitar Rp28 Miliar

Hebohnya kabar yang simpang siur tersebut, membuat pihak kepolisian berkoordinasi dengan dinas terkait yang juga membantah kalau proses kelahiran bayi perempuan tersebut, tanpa kehamilan dan pembuahan dari ayahnya, sehingga kemungkinan sebelum bercerai pasangan tersebut masih sempat bersetubuh.

“Untuk memastikan agar tidak ada polemik di tengah masyarakat, kita akan segera mengambil DNA dari mantan suami Siti yang akan dicocokkan dengan DNA bayinya. Ini agar tidak ada lagi isu yang menyesatkan berkembang di tengah masyarakat, bahkan kabar kelahiran anak perempuan tanpa proses persalinan sudah sampai ke mana-mana,” katanya.

Sementara Kepala BKKBN RI, dr Hasto melalui pesan singkat WhatsApp mengatakan secara fisiologis terjadinya embrio bisa secara seksual melalui pertemuan sel telur dengan sperma , ini bisa secara alami melakukan hubungan seks, baik sadar atau misal ada yang diperkosa dengan pembiusan sehingga tidak sadar.

Bisa juga tidak secara alami, ungkap dia, tapi dengan inseminasi buatan dengan dibantu dokter sperma suami dimasukkan ke dalam rahim saat masa subur atau juga dengan artifisial teknologi melalui dipertemukan ya sperma dan sel telur di dalam laboratorium lalu setelah jadi embrio baru dimasukkan dalam rahim (embrio transfer).

0 Komentar