CARUBAN NAGARI-Hingga saat ini, tercatat ada 176 mobil baru yang dibeli warga desa setempat sejak mereka menerima uang ganti rugi penjualan lahan.
Baca: Lahan Seluas 21.410 Hektar Bikin Warga Desa Jadi Miliader, Uangnya dari Kilang Minyak Pertamina
Lahan itu untuk pembangunan kilang minyak. Seorang warga ada yang membeli 2 sampai 3 mobil dengan menggunakan uang tersebut.
Baca Juga:Kapolri: UU ITE Sudah Tidak SehatTidak Tahu Kapan Kereta Api Datang Timbul Korban, Ini Jurig Bonge di Lintasan Rel KA
https://www.instagram.com/p/CLT6NwRFvDB/?utm_source=ig_web_copy_link
Kepala Desa Sumurgeneng, Gianto saat dikonfirmasi awak media mengatakan, memang benar bahwa sejumlah warga di desanya membeli mobil baru.
Menurutnya, mobil tersebut dibeli warga menggunakan uang yang berasal dari ganti rugi lahan untuk proyek kilang minyak.
“Ya, pembeliannya berkelompok. Kemarin ada 17 mobil yang dibeli dan semuanya baru. Semua mobil merk Toyota,” ujar Gianto.
Para warga telah mengambil uang ganti rugi lahan melalui proses penetapan konsinyasi di Pengadilan Negeri (PN) Tuban.
“Warga telah mengambil uang ganti rugi lahan. Sebagian uangnya digunakan untuk membeli mobil,” jelas Gianto.
Gianto menjelaskan, hingga saat ini tercatat ada 176 mobil baru yang dibeli warga di desanya sejak mereka menerima uang ganti rugi itu.
Baca Juga:7 Penumpang Avanza Tersesat di Hutan Gunung Putri, Cerita Warga: Sering Terjadi Mobil Tersesat, Ada Kisah MistisnyaJawa Dikuasai Belanda, Perancis Kirim Daendels Bangun Jalan Raya, Upah Pekerja Dikorupsi Penguasa Lokal?
Menurutnya satu warga ada yang membeli 2 sampai 3 mobil dengan menggunakan uang tersebut.
“Ada sekitar 176 mobil baru yang dibeli warga, itu belum yang mobil bekas. Warga membeli dengan menggunakan uang dari pembebasan lahan proyek kilang tersebut. Satu orang ada yang beli dua sampai tiga mobil,” kata Gianto.
Gianto juga menyampaikan bahwa di Desa Sumurgeneng ini ada sekitar 280 warga atau pemilik lahan yang terdampak proyek kilang minyak itu.
Semua warga telah setuju lahannya di jual untuk pembangunan proyek Nasional tersebut.
“Semua warga Sumurgeneng telah setuju lahannya dijual untuk pembangunan kilang minyak,” kata Gianto.
Harga ganti rugi lahan milik warga rata-rata berkisar Rp 680 ribu per meter persegi.
“Harga ganti rugi lahan disini sekitar Rp600 ribu dan tertinggi Rp800 ribu per meter persegi,” katanya.
Ia menjelaskan, rata-rata warga Desa Sumurgeneng mendapatkan uang ganti rugi lahan untuk proyek pembangunan kilang minyak sebesar Rp 8 miliar.
