Anies Tenggelamkan Jakarta Trending Twitter

202102202349 main
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Foto: Humas Pemprov DKI Jakarta)
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menempati urutan teratas trending topik di aplikasi burung biru, twitter. Hal ini berkaitan dengan banjir yang melanda hampir sebagian besar wilayah Jakarta. 

Pantauan carubannagari.radarcirebon.com, hingga Sabtu, 20 Februari pukul 00.03 WIB tagar #AniesTenggelamkanJakarta sudah ditweet sebanyak 7.393kali. Warganet rame-rame mengkritik orang nomor satu di DKI Jakarta tersebut. 

“Terimakasih Pak Anies setelah bertahun-tahun tinggal di jakarta akhirnya saya ngerasain banjir tiga kali dalam setahun. Saya jadi lebih produktif sembari menunggu kiriman pompa yang tak kunjung datang untuk menyurutkan banjir di kompleks,” cuit akun @andre_nuaba, Sabtu, 20 Februari. 

“Genangan yang tinggi, bukan banjir,” sindir akun @Lalapo97956859

“Nanti lama-lama rumahnya ganti kapal aja deh,” cuit akun Wijin

Baca Juga:Pendaki Ini Tersesat Saat Mendaki di Gunung Lawu, Video: Muncul Burung Jalak Memandu hingga PuncakKondisi Kesehatan Ashanty Memburuk, Ini Pesannya

“Bu Susi tenggelamkan kapal, #AniesTenggelamkanJakarta dapat kiriman dari teman daerah mampang biasanya RW nya gak kebanjiran baru kali ini kebanjiran,” cuit @FirzaHusain

“Coba Pak tanahnya ajak diskusi biar aernya mau nyerap ke tanah,” cuit @Goldenhoursxz

Sebagai informasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI mencatat terdapat 99 RT di Jakarta yang terendam banjir sejak hari Kamis. Rinciannya, ada 3 RT di Jakarta Barat dan 96 RT di Jakarta Timur.

Kondisi ini berbeda dengan harapan Anies, di mana banjir dapat surut hingga enam jam. Terkait terkait durasi penanganan genangan dan banjir di Jakarta, Plt Kepala Pelaksana BPBD DKI Sabdo Kurnianto mengaku pihaknya sudah berupaya menuntaskan genangan dan banjir dalam kurun waktu 6 jam. 

Namun, dia menegaskan, durasi 6 jam tersebut dihitung sejak hujan berhenti dan tidak ada lagi luapan Kali atau saluran.

“Mulai dihitungnya seperti itu, sejak tidak ada lagi luapan dan hujan juga sudah berhenti. Jika masih ada luapan dari Kali atau saluran, maka tidak bisa juga untuk mengaliri air,” kata Sabdo dalam keterangannya.

Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup DKI Jakarta Yusmada Faizal menjelaskan penyebab banjir yang terjadi sejak kemarin hingga hari ini di sejumlah wilayah Jakarta, khusunya di Jakarta Timur.

Baca Juga:Rekaman CCTV, Ada Penampakan Hantu Berambut Panjang Wajah Seram Depan Pintu Rumah?Pegunungan Tabuk Arab Saudi Tertutup Salju, Video: Unta Tampak Kebingungan

Yusmada menjelaskan, curah hujan sejak kemarin hingga hari ini paling tinggi berada di kawasan Halim Perdanakusuma dengan 160 milimeter per hari, Manggarai dan Pasar Minggu 130 milimeter per hari, dan Sunter Hulu 107 milimeter per hari.

0 Komentar