Dikabarkan pula oleh Townsvilee Daily Bulletin, pada Operasi Produk tersebut, termasuk untuk menyerang Cirebon, menurut Sekretaris Negara Amerika Serikat, Mr Marshall, pihak Belanda menggunakan 118 buah pesawat sewaan bekas, terdiri pesawat tempur dan pesawat pembom asal Amerika Serikat.
Pesawat-pesawat sewaan itu, terdiri 54 pengebom ringan B-25 “Mitchell”, 26 unit pesawat pemburu Curtiss P-40 “Warhawk”, dan 38 unit pesawat pemburu P-51 “Mustang”.
Dalam berita tersebut juga disebutkan, dalam aksi Belanda di Cirebon tersebut, pertahanan darat pihak Indonesia menyatakan menangkap dua orang Jepang dan seorang Belanda yang diterjunkan dari pesawat terbang.
Baca Juga:Kucing Ikut Saksikan Momen Akad Nikah, Bikin SalfokWabah Covid-19 1.000 Tahun Lalu, Ilmu Hitam Calon Arang?
Diberitakan pula, Menteri Luar Negeri Inggris, Mr Bevin dalam pernyataan yang dilontarkan di House of Commons (Majelis Rendah Parlemen Britania Raya) menyebutkan, keputusan pihak Belanda untuk menyerang wilayah Republik Indonesia pada Operasi Produk, dilakukan setelah berkonsultasi dan didukung Amerika dan pihak Sekutu yang dipimpin Inggris.
Kurator dari Museum Bronbeek Belanda yang khusus menyimpan kenangan era pendudukan Belanda/Perang Kemerdekaan Republik Indonesia 1946-1949, Hans van den Akker saat berkunjung ke Museum Mandala Wangsit Siliwangi Bandung, pada 2014 lalu mengatakan, setiap tahunnya peringatan pengakuan kedaulatan Republik Indonesia oleh Belanda masih diperingati setiap 27 Desember.
“Masih ada sekitar 20.000 mantan tentara Belanda Koninklijke Leger dan KNIL yang masih hidup, dan rutin mengikuti peringatan tersebut. Mereka sangat terkenang dengan Indonesia,” katanya. (*)
