Gedung Tua Saksi Bisu Saat Belanda Ambil Alih Kunci Pelabuhan Jawa, Cirebon

gedung tua pelabuhan cirebon
Salah satu bangunan tua di komplek Pelabuhan Cirebon. Foto: Okri Riyana/Dokumen/Radar Cirebon
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Sederet gedung tua yang masih berdiri kuat di dalam ka­wasan maupun di luar Pela­buhan Cirebon men­jadi saksi bisu peristiwa sejarah yang terjadi di kawasan tersebut selama Perang Kemer­dekaan Republik Indonesia antara tahun 1945-1949. 

Selama ini, PT Pelindo II Cabang Cirebon menyebut, gedung tua di kawasan Pelabuhan Cirebon belum tahu siapa pemiliknya.

“Namun ada juga yang sudah tahu pemiliknya. Kami berharap, pemiliknya bisa bekerja sama dalam hal pemanfaatan gedung sebagai kawasan heritage. Nanti kita undang membahas penataan kawasan wisata pelabuhan,” kata Abdul Wahab.

Baca Juga:Kucing Ikut Saksikan Momen Akad Nikah, Bikin SalfokWabah Covid-19 1.000 Tahun Lalu, Ilmu Hitam Calon Arang?

Walau sebagian deretan bangunan tua kini juga terkesan kurang ­ter­­urus dengan baik, ber­­bagai bangunan tersebut meru­pa­kan aset berharga bagi aspek se­ja­rah Republik Indonesia di Cirebon.

Dalam sejarah Republik Indonesia, keberadaan Pelabuhan Cirebon sebenarnya memiliki peran penting karena pada 1946-1947 yang merupakan pelabuhan utama pemerintahan Republik Indonesia. 

Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Pelabuhan Semarang, dan Pelabuhan Suraba­ya, saat itu dalam penguasaan pihak Sekutu lalu Belanda sehingga pemerintahan Indonesia yang ber­ibu kota di Yogyakarta mengandal­kan Pelabuhan Cirebon sebagai ja­lur ekspor untuk likuiditas keuang­an pemerintahan.

Pada masa-masa itu pula Pela­buhan Cirebon menjadi markas Angkatan Laut Republik Indonesia. Markasnya menempati sebuah ba­ngunan bermenara yang sampai kini menjadi ikon Pelabuhan Cirebon. 

Bangunan bermenara tersebut kini dipasangi plang Satkamla TNI-AL dan bagian lainnya tertulis sejumlah perusahaan swasta, sedang­kan di lantai dasarnya tampak diisi warung dengan latar belakang ­ruangan gelap yang seakan terlupakan zaman. 

Akan tetapi, pada Februari sampai Juli 1947, ada dua kejadian penting dalam sejarah Perang Kemerdeka­an RI di Pelabuhan Cirebon yaitu penyergapan Kapal Liberty Amerika, SS Martin Behrman oleh pihak Belanda pada 8 Febriari 1947. 

Kapten Kapal Martin Berhman, mengatakan,  Rudy Gray menyebut dia dipaksa seorang letnan angkatan laut Belanda  yang meng­ambil alih penguasaan kapal tersebut. Sementara keperluan masuk­nya kapal SS Martin Berman ke Pe­labuhan Cirebon diungkap penga­caranya kapten Rudy Gray, yaitu James W Ryan, dengan disewa Komisi Maritim Amerika Serikat.

0 Komentar