Prabu Siliwangi Miliki 151 Istri, Kenapa Nyi Subang Larang Dibuang?

BOKS 2
BENDA TEMUAN: Beberapa Benda Temuan di Situs Nyai Subang Larang, termasuk kerangka manusia. INDRAWAN/PASUNDAN EKSPRES
0 Komentar

Waktu itu beliau mengunjungi Cirebon dengan diiringi 100 Prajurit  dari Banten kejadianya tidak lama setelah pemroklamiran Syarif Hidayatullah sebagai Raja Cirebon.

Demikian ringkasan isi naskah tersebut:

He kusuma cucuku yang ku kasihi, nenek telah mendengar berita tentang dirimu. Mudah-mudahan engkau selamat menjadi Raja…

Dahulu ketika masih muda, nenek pergi berguru ke seberang kepada seorang guru yang termasyhur sebagai wali yang pandai, yaitu kepada Syekh Benthong.

Baca Juga:Isra Miraj: Peristiwa Nabi Melewati 7 Lapis Langit hingga Sidratul Muntaha, Dimana Langit ke-7?Tegang 1 Menit 43 Detik, Baca Qonut dan Ayat Kursi Saat Disuntik

Pada suatu ketika kekekmu Raja Pajajaran melihatku dan kemudian beliau melamarku untuk dijadikan selirnya. Demikian memaksanya sang Prabu sehingga akhirnya akupun menjadi selir Raja Pajajaran.

Lama kelamaan nenek mempunyai anak…

Setelah nenek mempunyai dua orang anak yaitu uwakmu dan ibumu baru kemudian diketahui oleh kakekmu Raja, bahwa nenek telah menyimpan rahasia mengenai agama.

Maka kemudian nenek diusir dan dibuang kearah pinggiran yaitu di Banten, karena di Pajajaran tidak boleh ada yang menyebut nama Allah.

Dengan terjadinya peristiwa itu Uwakmu dan Ibumu merasa sakit hatinya, kemudian mereka pergi berguru kepada seorang Syekh di Gunung Surandil. 

Berdasarkan ringkasan isi naskah tersebut, diketahui bahwa Subang Larang diusir dari istana setelah kedapatan beragama Islam. Sebab itulah kemudian kedua anaknya keluar dari Istana Pajajaran dan memilih menjadi seorang Islam sebagaimana agama ibunya. 

Kelak dua orang Pangeran dan Puteri Raja Pajajaran yang terbuang ini mendirikan Kerajaan Islam Cirebon.

Jika Naskah Mertasinga menyatakan sebab musabab keluarnya R. Walangsungsang atau yang mempunyai nama lain Pangeran Cakrabuana meninggalkan Istana disebabkan diusirnya ibunya dari Istana Pajajaran, maka tidak demikian dalan Naskah Carita Purwaka Caruban Nagari. 

Baca Juga:Total Anggaran Rp3,4 Miliar: Mantan Kades Tilap Dana untuk Betonisasi Jalan, Rutilahu hingga Bumdes Senilai Rp900 JutaTeka-teki Nyi Roro Kidul Putri Prabu Siliwangi, Penguasa Laut Selatan

Dalam Carita Purwaka Caruban Nagari tidak disebutkan mengenai penolakan agama Islam oleh Prabu Siliwangi, dalam naskah ini hanya menjelaskan bahwa selepas kematian Subang Larang, kedua anak beliau keluar dari Istana karena mendapatkan perlakuan buruk dari kalangan Istana Kerajaan Pajajaran. (*)

0 Komentar