Sementara, peralatan navigasi yang digunakan dalam KRI Dewaruci sebagian besar menggunakan teknologi sederhana dan kebanyakan dioperasikan secara manual.
Dalam misinya sepanjang sejarah kemaritiman Indonesia, KRI Dewaruci telah mengarungi lautan dunia sebanyak 41 kali dengan 45 Komandan Kapal berbeda.
Penerbit Buku Kompas, telah menerbitkan buku Dewa Ruci Pelayaran Pertama Menaklukkan Tujuh Samudra, kisah nyata yang ditulis Cornelis Kowaas. Buku ini sebelumnya berjudul Sang Saka Melanglang Jagad dan menjadi best seller hingga tahun 1967.
Baca Juga:Nonton Film Action, Tiba-tiba Layar Mati, Ternyata Ridwan Mira Ada di Bioskop yang Telah Lama TutupPramugari Ini Bawa Tuyul Saat di Pesawat, Ceritanya Begini
Kowaas menulis kenangan sepanjang masa ketika republik yang masih belia ini memperkenalkan ketangguhan armada baharinya kepada dunia. Sejak masa kanak-kanak di Minahasa, dia memang sungguh menggemari literatur kebaharian. Kegandrungannya terhadap laut tampaknya diwariskan dari keluarga dan leluhurnya yang terkenal sebagai nelayan ulet. Pada akhirnya, impian masa kanak-kanaknya itu terwujud. Dia mulai berdinas di ALRI pada 1951 dengan pangkat Kelasi-III.
Semesta turut mendukungnya. Pada 1964, Kowaas menjadi salah satu awak kapal latih RI Dewaruci yang mengelilingi Bumi dalam misi “Operasi Sang Saka Djaja”. Saat itu, dia berpangkat sersan mayor satu dalam korps cinematograph. Tugasnya, mengabadikan pelayaran ini lewat film dokumenter. Usianya baru 31 tahun.
Atas restu dari Presiden Sukarno, 102 pelaut Dewarutji resmi memulai pelayarannya dari Pelabuhan Tanjungpriuk, Jakarta, pada 8 Maret 1964. Pelayaran perdana keliling dunia ini dipimpin oleh Letnan Kolonel Soemantri, yang menjabat sebagai komandan KRI Dewaruci kedelapan.
Dalam bentangan 16 layarnya, Dewaruci meluncur ke samudra luas dalam suasana politik yang memanas. Catatan Kowaas menggambarkan latar kecamuk perseteruan dengan negeri tetangga dan tanggapan miring dunia internasional seputar isu komunisme di Indonesia.
Mungkin banyak pelaut Dewaruci yang mencatat riwayat pelayaran ini, namun hanya catatan Kowaas yang diterbitkan menjadi buku. Sang Saka Melanglang Djagad merupakan catatan Kowaas selama perjalanan keliling dunia bersama Dewaruci. Sampul buku berwarna biru dengan kapal Dewaruci warna putih itu dirancang oleh M. Zein Coursany, pelukis di Pusat Penerangan ALRI. Pertama kali diterbitkan oleh Firma Mega Bookstore di Pasar Baru Timur pada 1965. Pada masa Orde Baru, buku itu pernah “ditarik” dari peredaran.
