Dewa Ruci Pelayaran Pertama Menaklukkan Tujuh Samudra, Saat Ini Mampir di Cirebon

KRI Dewa Ruci sandar di Pelabuhan Cirebon. Foto: Dedi Haryadi/Radar Cirebon
KRI Dewa Ruci sandar di Pelabuhan Cirebon. Foto: Dedi Haryadi/Radar Cirebon
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-KRI Dewa Ruci sandar di Pelabuhan Cirebon, Minggu (28/2/2021). Kapal bersejarah itu, diperbolehkan untuk dikunjungi masyarakat sampai Rabu (3/03).

Komandan Lanal Cirebon, Letkol Laut (P) Afif Yuhardi Putra mengatakan, KRI Dewa Ruci pelayaran kebaharian di pesisir Pulau Jawa. Salah satunya di Cirebon.

“Sebab, Cirebon sejak dulu sudah dikenal dengan kebahariannya. Bahkan sebelum Kerajaan Mataram. Atau dikenal dengan Sarwajala,” ujarnya, Senin (1/03).

Baca Juga:Nonton Film Action, Tiba-tiba Layar Mati, Ternyata Ridwan Mira Ada di Bioskop yang Telah Lama TutupPramugari Ini Bawa Tuyul Saat di Pesawat, Ceritanya Begini

Salah satu kapal utama dalam Armada TNI Angkatan Laut ini memiliki sejarah panjang dalam kemaritiman Indonesia.

KRI Dewaruci dibuat pada tahun 1952 di galangan H. C. Stulchen and Sohn, Hamburg Jerman Barat, dan diluncurkan pada 24 Januari 1953. KRI Dewaruci dibawa dari Jerman Barat menuju Indonesia oleh Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) di bawah pimpinan kapal Kapten A. F. H. Roosenow.

Pada 1 Oktober 1953, KRI Dewaruci masuk dalam jajaran Armada RI dan diresmikan sebagai kapal latih bagi Taruna Akademi Angkatan Laut yang berbasis di Surabaya.

KRI Dewaruci telah melakukan misi pelayaran hingga ke berbagai negara dunia. Setelah 11 tahun diluncurkan, KRI Dewaruci melakukan misi keliling dunia yang pertama kali, menyusuri Samudera Hindia, Terusan Zues, Samudera Atlantik, Benua Amerika, lalu ke Terusan Panama hingga ke Samudera Pasifik.

Misi keliling dunia pertama tersebut ditempuh dalam kurun waktu sembilan bulan dari Maret hingga November 1964. Hingga di tahun 2013, KRI dewaruci melakukan palayaran keliling dunia ke berbagai negara tujuan dalam mengemban misi latihan bagi taruna angkatan laut, misi diplomasi internasional dan memperkenalkan kebudayaan Indonesia ke berbagai negara yang disinggahi.

KRI Dewaruci memiliki panjang 58,30 meter dengan lebar 9,5 meter memiliki bobot 847 ton dan dapat mengangkut 70 ABK dan 70 Taruna.

KRI Dewaruci digerakkan menggunakan mesin dengan kecepatan maksimal 10,5 knot. Selain itu, KRI Dewaruci dapat digerakkan melalui fungsi layar yang ada.

Baca Juga:MUI Pusat: Tidak Bisa Atas Nama Kearifan Lokal Dijadikan Dalih Legal MirasPerusahaan Alkohol Terorganisir Berkembang Pesat Sejak Era Mesopotamia

Terdapat sebanyak 16 layar yang terbagi dalam tiga tiang utama, yakni tiang Bima, Tiang Arjuna dan Tiang Yudhistira. Total luas layar dari ketiga tiang tersebut mencapai 1091 meter persegi.

Sebagian besar konstruksi KRI Dewaruci terbuat dari logam baja. Penggunaan kayu hanya ditempatkan sebagai ormen dengan ciri khas ukiran-ukiran, untuk melapisi bagian-bagian tertentu dan bagian dalam kapal, seperti ruang navigasi dan ruang komandan kapal.

0 Komentar