Teka-teki Nama Istri Pertama Prabu Siliwangi, Nhay Ambet Kasih atau Nyai Rambutkasih

Naskah Cariosan Prabu Siliwangi "Naskah Asli Cariosan Prabu Siliwangi" digitalisasi EFEO
Naskah Cariosan Prabu Siliwangi "Naskah Asli Cariosan Prabu Siliwangi" digitalisasi EFEO
0 Komentar

Akan tetapi tradisi lisan berhenti pada putra-putra Siliwangi dalam pantun seperti Carita Guru Gantangan, Munding Laya, Sunten Jaya, Nyi Sumur Bandung dan sekian banyak lagi.

Walaupun dalam tradisi lisan dianggap sebuah zaman emas. Namun, hanya sedikit saja yang diketahui tentang masa Kerajaan Pajajaran zaman Siliwangi, paling tidak apa yang pernah disumbangkannya kepada Pajajaran dengan disaksikan oleh beberapa sumber kemudian: Pajajaran diluksikan sebagai kerajaan makmur, dengan organisasi yang bagus sekali berdasarkan (diantaranya) sebuah jaringan jalan darat yang dibanggakan dikutip dari Dam, H. Ten. 1957. “Verkenningen rondom Padjadjaran”. IndonesieX no 4, lalu susunan kerajaan, kepangkatan, teknologi dan administrasi yang mantap (Holle, 1866).

Menurut “The Establishment of Islamic Rule in Jayakarta”. In Aspect of Indonesian Archaeology no. 1. Jakarta, pelabuhan yang banyak dan subur di sepanjang pesisir utara sehingga Kalapa merupakan pelabuhan internasional, dimana diekspor lada dan beras. Sedangkan Critische Beschouwingen van de Sedjarah Banten. Bijdrage ter kenschet-sing van  de Javaasche Geschiedschrijving, Leiden 1913. Majalah Djawa no 1 Januari 1932 mencatat hubungan perdagangan dijalin dengan banyak negara. Bahkan itulah kemungkinan hubungan erat dengan dunia Barat.

Baca Juga:Sambil Mabuk, 230 Radikalis Yahudi Rayakan Purim Terobos Masuk Masjid Al AqsaJokowi Cabut Prepres Investasi Miras, Doa Buya Yahya Terkabulkan

Babad Imbanagara dan Wawacan Talaga Manggung, sebagai lanjutan Cariosan Prabu Siliwangi.

Menurut naskah Cariosan Prabu Siliwangi, petilasan Nyai Rambutkasih di desa Pasirlenggik desa Sindangkasih di selatan kota Majalengka adalah tempat pertapaan Ambetkasih (Rambutkasih). Dikatakan bahwa Ambetkasih sering datang mengasingkan diri dan dimana diperkirakan beliau ngahiyang ke alam baka.

Sebuah kompleks purbakala berupa tumpukan batu besar berliang dianggap oleh penduduk sebagai tempat duduk Ambetkasih beserta para pengiringnya, sedangkan ditengahnya disebut Arca Ambetkasih. Terlihat, di depan setiap batu, jelas ada bekas tempat pemujaan yang terus menerus. (*)

0 Komentar