Misteri Sosok Fatahillah, Siapa Sebenarnya?

sedjarah tanah djawa
Sedjarah Tanah Djawa II susunan W Fruin-Mees, terbitan Balai Poestaka, 1922
0 Komentar

Ada pun kata Faletehan atau Falatehan, menurut Djajadiningrat tahun 1983, dalam bukunya Tinjauan Kritis tentang Sejarah Banten, mungkin merupakan kekeliruan baik salah dengar atau salah tulis dari kata Fathan, lengkapnya fathan mubinan (“kemenangan yang sempurna”).

Tokoh ini berperan dalam merebut Sunda Kalapa dari tangan Kerajaan Sunda. Sebagai kesimpulan akhir, menurut Djajadiningrat, nama-nama Faletehan, Fatahillah, Tagaril, dan juga Makdum, Syarif Hidayat(ullah), serta Sunan Gunung Jati adalah tokoh yang identik (satu orang).

Ada beberapa pendapat tentang asal Fatahillah. Satu pendapat mengatakan ia berasal dari Pasai, Aceh Utara, yang kemudian pergi meninggalkan Pasai ketika daerah tersebut dikuasai Portugis. Sebelumnya ia pergi ke Mekah, lalu ke Tanah Jawa, Demak, pada masa pemerintahan Raden Trenggono.

Baca Juga:Di Pinggir Pantai, Bawa Muntahan 7 Kilogram Panjang 61 centimeter Senilai Rp3,6 miliar, Wanita Ini Jadi MiliarderSaat Digelitik Ikan Pari Ini Tersenyum, Lihat Videonya

Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa Fatahillah adalah putra dari raja Mekah (Arab) yang menikah dengan putri Kerajaan Pajajaran. Pendapat lainnya lagi mengatakan Fatahillah dilahirkan pada 1448 M dari pasangan Sultan Syarif Abdullah Maulana Huda, pembesar Mesir keturunan Bani Hasyim dari Palestina, dengan Nyai Rara Santang, putri dari Raja Pajajaran, Raden Manah Rasa.

Ada sumber sejarah yang mengatakan sebenarnya ia lahir di Asia Tengah (mungkin di Samarkand), menimba ilmu ke Baghdad, dan mengabdikan dirinya ke Kesultanan Turki, sebelum bergabung dengan Kesultanan Demak.

Ketika pada 1972 ditemukan sebuah naskah kuno di Indramayu, pandangan tentang tokoh Fatahillah mulai berubah. Kitab kuno itu, Carita Purwaka Caruban Nagari, ditulis pada 1720, oleh Pangeran Arya Carebon. Namun yang menjadi masalah, masa penulisan kitab itu adalah 200 tahun setelah masa hidup Fatahillah.

Dalam Carita Purwaka Tjaruban Nagari (Sedjarah Muladjadi Tjirebon) diberitakan seorang tokoh yang bernama Fadhilah Khan, yang diperintahkan oleh Pangeran (Sultan) Trenggana untuk meluaskan kekuasaannya ke Jawa bagian barat, menguasai Sunda Kalapa yang pada waktu itu berada di bawah kekuasaan Kerajaan Pajajaran dan pengaruh Portugis.

Pelabuhan Sunda Kalapa diserang sehingga armada Portugis di bawah Francisco de Sa dipukul mundur dan Sunda Kalapa akhirnya dapat direbut. Fadhilah Khan kemudian mengganti nama kota pelabuhan itu menjadi Jayakarta. Fadhilah Khan yang berasal dari Pasai.

0 Komentar