Misteri Sosok Fatahillah, Siapa Sebenarnya?

sedjarah tanah djawa
Sedjarah Tanah Djawa II susunan W Fruin-Mees, terbitan Balai Poestaka, 1922
0 Komentar

Meski kontroversial, pandangan Prof. Hoesein Djajadiningrat memunyai pengaruh yang amat luas di kalangan sejarawan. Hampir semua kepustakaan yang ada mengenai sejarah Indonesia hingga 1970-an, khususnya sejarah Jakarta, Banten, dan Cirebon, masih menganggap tokoh Fatahillah identik dengan Sunan Gunung Jati. Akan tetapi penelitian terakhir menunjukkan Sunan Gunung Jati tidak sama dengan Fatahillah.

Pandangan kontroversial juga pernah mengemuka pada 1968, sebelum ditemukannya kitab Carita Purwaka Caruban Nagari. Adalah seorang filolog, Prof. Slamet Muljana, yang membahasnya dalam sebuah buku Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara dan diterbitkan ulang LKiS tahun 2005.

Dia menafsirkan bahwa Fatahillah adalah seorang muslim China yang sebelumnya bernama Toh A Bo alias Pangeran Timur. Pendapatnya itu didasarkan pada data kronik Tionghoa yang berasal dari klenteng Semarang dan klenteng Talang (Cirebon).

Baca Juga:Di Pinggir Pantai, Bawa Muntahan 7 Kilogram Panjang 61 centimeter Senilai Rp3,6 miliar, Wanita Ini Jadi MiliarderSaat Digelitik Ikan Pari Ini Tersenyum, Lihat Videonya

Menurut Muljana, semula Syarif Hidayat Fatahillah adalah panglima tentara Demak. Tokoh ini identik dengan Sunan Gunung Jati. Toh A Bo adalah putra Sultan Trenggana, Tung Ka Lo. Fatahillah adalah orang kelahiran Demak dan berasal dari bangsawan tinggi, yakni putra Sultan Demak.

Nama Fatahillah kemudian dipakai oleh Toh A Bo ketika dia dinobatkan sebagai Sultan Banten. Tidak dapat dikatakan dengan pasti kapan Fatahillah menjadi sultan. Yang pasti, pada 1552 dia meninggalkan Banten dan menetap di Cirebon serta mendirikan Kesultanan Cirebon. Kesultanan Banten dia serahkan kepada putranya, Hasanuddin. Pada 1570, Fatahillah wafat dan dimakamkan di Sembung, Bukit Gunung Jati.

Identifikasi tokoh Fatahillah memang merupakan hal yang lumayan rumit karena sumber-sumber yang ditemukan masih terbatas. Banyak pakar sampai kini masih menyangsikan tokoh Fatahillah, Faletehan, atau Syarif Hidayat ini.

Benarkah dia seorang tokoh sejarah sekaligus pendiri kota Jakarta dan mengacu pada satu nama yang sama? Benarkah dia hanya seorang tokoh fiksional? Benarkah dia seorang muslim Cina?

Masih banyak pertanyaan lain yang masih cukup sulit mendapatkan kejelasannya. Juga, benarkah dia yang menjadi tokoh bagi ikon Jakarta?

Satu hal yang pasti dari tokoh ini, namanya telah menjadi legenda bagi masyarakat Indonesia khususnya di Kota Jakarta, Cirebon, dan Demak. (*)

0 Komentar