Di Balik Kecelakaan Maut Tanjakan Cae Membentang di Punggung Gunung Cakrabuana, Warga: Lewat Jalur Ini Jangan Pakai Batik

Jepretan Layar 2021 03 12 pukul 22.18.36
YouTube milik Deni Anggoleta
0 Komentar

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber dari warga masyarakat setempat. Turunan dan Tanjakan Cae di Dusun Cilangkap, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, tempat dimana peristiwa kecelakaan maut itu terjadi merupakan bagian dari jalur alternatif Malangbong-Sumedang yang membentang di punggung Gunung Cakrabuana.

Hingga kini, Turunan Cae yang membentang sepanjang dua kilometer dan membentang di tiga wilayah desa, yakni Desa Cikareo Selatan, Desa Sukajadi, dan Desa Cilengkrang ini memang dikenal rawan kecelakaan.

Jika  melintasi dari arah Malangbong maka  akan menemui Kawasan hutan dengan beberapa rumah dan setelah hampir 5 kilometer perjalanan memasuki turunan tajam yang sangat menikung dan berbelok, disini para para pengendara harus serba hati-hati di samping kiri akan menemukan jurang yang sangat curam.

Baca Juga:Tanjakan Cae Sumedang Mistis, Sejak Dulu Warga Jarang Lewat Saat MaghribVideo: 13 Aparat Keamanan Gabungan TNI-Polri Tampak Kesulitan Tumbangkan Pria Kebal Gangguan Jiwa Ini

Dikutip dari akun YouTube milik Deni Anggoleta diungkapkan Tanjakan Cae Wado Sumedang, Jawa Barat juga dinilai angker oleh warga setempat.

https://www.youtube.com/watch?v=Bxlz_FerJJw

Dan semakin menambah keangkeran setelah adanya kecelakaan Setelah terjadinya Kecelakaan Maut Bus Sri Padma Kencana pada Hari Rabu 10 Maret 2021 di Tanjakan Cae yang memang sejak dulu terkenal angker. “Cerita sejak orang tua dulu kalau lewat tanjakan Cae Wado Sumedang jangan pas Maghrib. Karena angker. Ada juga yang bilang, kalau lewat tanjakan itu jangan pakai batik karena berbahaya,” tulis Deni. (*)

0 Komentar