Mayat Sopir Truk Warna Merah Hantui Warga, Benarkah Arwahnya Gentayangan?

IMG 20210312 WA0003
Radar Indramayu
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Satu pekan setelah penemuan mayat sopir truk asal Tegal di Desa Pabean Udik Kecamatan Indramayu, masih menggegerkan warga. Arwah sang pengemudi menghantui warga sekitar.

“Iya, setahu saya sopir truk yang ditemukan meninggal kemarin, itu kata warga masih sering muncul,” ujar warga Pabean Udik, Hafizh (30), kepada Radar Indramayu.

Baca: Warga Pabean Udik Dihantui Arwah Sopir Truk

Diakui atau tidak, lingkungan masyarakat sudah terbiasa dengan adanya roh gentayangan. Mereka percaya bahwa orang yang sudah mati bisa hidup kembali berupa roh. Mereka juga beranggapan bahwa orang yang matinya tidak wajar seperti bunuh diri ataupun di bunuh orang lain maka arwahnya penasaran. Arwah tersebut akan meminta sesuatu agar arwahnya bisa tenang. Namun, adakah arwah gentayangan dalam Islam?

Baca Juga:Menikah Lagi Ditolak, Pria 60 Tahun Nekat Panjat Tiang Listrik Bertegangan 11.000 VoltSunan Giri Jadi Raja Majapahit Selama 40 Hari?

Tentang arwah gentayangan atau hantu ini merupakan opini yang salah kaprah. Bukan persoalan ada tidak orang yang telah diganggu oleh hantu tersebut, tetapi dalam hal mengalamatkan siapakah yang menakut-nakuti itu.

Tentang arwah gentayangan atau hantu ini merupakan opini yang salah kaprah. Bukan persoalan ada tidak orang yang telah diganggu oleh hantu tersebut, tetapi dalam hal mengalamatkan siapakah yang menakut-nakuti itu.

Memang ada riwayat yang menyebutkan adanya ruh manusia yang melihat bagaimana orang-orang yang masih hidup memperlakukan jasadnya.

Seperti yang diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Nabi SAW bersabda, “Jika jenazah telah siap, kemudian kaum lelaki memikulnya di atas pundak-pundak mereka, maka jenazah itu orang shalih ia berkata: ‘Segerakanlah aku!’, tetapi jika tidak (shalih), ia berkata kepada keluarganya: ‘Celaka, akan kalian bawa kemana aku?’ Segala sesuatu akan mendengar suaranya selain manusia, dan andaikan manusia mendengarnya niscaya akan jatuh tersungkur,” (HR. Bukhari).

Hal ini juga dikuatkan pula oleh dua hal:

Pertama, keterangan yang shahih menyebutkan bahwa orang kafir mendapat siksa kubur, sedangkan orang yang shalih mendapat nikmat di kubur, bagaimana sempat mereka bergentayangan dengan berbagai motif misal balas dendam, menolong temannya yang masih hidup atau mencari kesenangan lain di dunia?

0 Komentar