Baca: Tidak Ada Nama Raja Sunda Bernama Prabu Siliwangi?
“Karena berpindah-pindah, jadi tidak punya waktu membangun candi besar. Di Jateng dan Jatim masyarakatnya petani sawah, sehingga cukup punya waktu membangun bangunan monumental,” tuturnya.
Kerajaan Sunda yang paling dikenal masyarakat Sunda adalah Pajajaran. Namun, Pajajaran bukanlah nama sebuah kerajaan. Sebab, nama kerajaan yang sebenarnya adalah Kerajaan Sunda.
Baca: Prabu Siliwangi Miliki 151 Istri, Kenapa Nyi Subang Larang Dibuang?
Prof. Nina menjelaskan, Pajajaran adalah ibu kota atau pusat kekuasaan Kerajaan Sunda selama masa Sri Baduga Maharaja, atau Prabu Siliwangi, yaitu Pakwan Pajajaran. Pakwan Pajajaran terletak di wilayah Kota Bogor, saat ini.
Baca Juga:Muncul Gunung Berlafaz Alloh, Begini Tanggapan WarganetKonflik Bupati dan Wabup Kuningan, Warga Cibingbin Diduga Depresi Tewas Tenggelam di Waduk Malahayu
“Ada teori yang dikemukakan Robert von Heine-Geldern, kerajaan di Asia Tenggara umumnya disebut dengan nama ibu kotanya,” kata Prof. Nina.
Dalam kepercayaan mereka, ibu kota kerajaan diyakini sebagai pusat mikrokosmos. Cukup dengan menyebut nama mikrokosmos, berarti sudah menyebut seluruh wilayah kerajaan.
Baca: Ada 42 Makam 10 Tak Dikenal di Kebun Raya Bogor, Salah Satunya Istri Prabu Siliwangi?
“Itu sebabnya yang beken sekarang itu Pajajaran. Padahal yang betul Kerajaan Sunda. Itulah kita harus berpegang pada sumber primer,” ujar Prof. Nina.
Sumber primer diyakini para ahli sebagai bukti otentik yang bisa menjadi referensi suatu sejarah. Hal ini juga bisa menjadi rujukan dari beragam perdebatan yang muncul dari proses interpretasi sejarah.
Kerajaan Sunda sendiri tidak lepas dari adanya perdebatan. Salah satunya mengenai kepercayaan Prabu Siliwangi.
Prof. Nina menjelaskan, kepercayaan Sri Baduga Maharaja termaktub dalam Prasasti Batu Tulis yang didirikan Prabu Surawisesa, 12 tahun setelah kematian Sri Baduga Maharaja. Dalam prasasti itu, jelas disebutkan bahwa Sri Baduga Maharaja, ayah dari Prabu Surawisesa, meninggal pada 1521. Jenazahnya kemudian diperabukan.
Baca Juga:Tiba-tiba Dikirim WA oleh Bupati Cirebon? Terungkap Canggihnya Cara Hacker Membajak Akun Whatsapp, Ikuti Thread IniBadai Pasir dari Mongolia, Langit Berwarna Kuning di Beijing
Baca: Istri Prabu Siliwangi 151 Orang, Hanya Ambetkasih, Subanglarang, Kentring Manik yang Dikenal
“Kenapa diperabukan, karena dia beragama Hindu,” ujar Prof. Nina.
Berbekal informasi dari sumber primer, jelas disebutkan bahwa Sri Baduga Maharaja meninggal dalam keadaan beragama Hindu. meskipun ada bukti sekunder yang menerangkan bahwa Prabu Siliwangi beragama Islam.
