Menjelang akhir usianya, mulai banyak pendatang yang menetap di Tatar Sunda. Para pendatang tidak hanya beragama Hindu, tetapi ada pula yang beragama Buddha dan Islam.
Baca: Menguak Mitos Maung dan Nama Besar Prabu Siliwangi
Prof. Nina memaparkan, beragamnya kebudayaan dan agama di Tatar Sunda membuktikan bahwa Kerajaan Sunda memiliki toleransi yang tinggi. Bahkan, penyebaran Islam di Tatar Sunda sudah berlangsung sejak abad ke-14.(*)
