Pajajaran Bukanlah Nama Kerajaan, Prabu Siliwangi Jenazahnya Diperabukan

Jepretan Layar 2021 03 16 pukul 02.20.13
Tangkapan layar
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Seperti di wilayah Jawa lainnya, Jawa Barat juga memiliki sejarah kerajaan. Setidaknya ada dua kerajaan besar yang pernah berdiri setelah zaman Tarumanagara, yaitu Galuh dan Sunda. Dari dua kerajaan inilah tertanam akar kuat identitas sejarah dan budaya masyarakat Sunda.

Dalam sejarahnya, Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Nina Herlina Lubis mengatakan, Kerajaan Sunda dan Galuh pernah bersatu dengan nama Kerajaan Sunda, dan pusat kekuasaan berada di wilayah Galuh.

Baca: Teka-teki Nama Istri Pertama Prabu Siliwangi, Nhay Ambet Kasih atau Nyai Rambutkasih

Baca Juga:Muncul Gunung Berlafaz Alloh, Begini Tanggapan WarganetKonflik Bupati dan Wabup Kuningan, Warga Cibingbin Diduga Depresi Tewas Tenggelam di Waduk Malahayu

Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Nina Herlina Lubis menjelaskan, berbicara mengenai kerajaan Sunda, maka tidak bisa dipisahkan dari nama Kerajaan Galuh. Sebab, antara kerajaan Sunda dan Galuh pernah bersatu dengan nama Kerajaan Sunda dan pusat kekuasaannya berada di wilayah Galuh.

Saat menjadi pembicara dalam diskusi virtual “Satu Jam Berbincang Ilmu: Kerajaan Sunda dalam Konstelasi Politik, Dulu dan Kini”, Sabtu (13/3), Prof. Nina menjelaskan, penyatuan kerajaan Sunda dan Galuh terjadi pada masa Sanjaya, raja Sunda setelah Maharaja Trarusbawa.

“Dalam sumber primer Prasasti Canggal disebutkan, Sanjaya merebut takhta Kerajaan Galuh dari Rahyang Purbasora sekitar sebelum tahun 732 Masehi,” ungkap Prof Nina.

Baca: Terungkap Istri Prabu Siliwangi, Carita Ratu Pakuan Sebut 56 Nama dan Asal-usulnya

Sejarawan Unpad ini menjelaskan, berdasarkan tinggalan sejarah, ibu kota atau pusat kekuasaan kerajaan Galuh berpindah-pindah. Bermula di daerah di dekat Banjar saat ini, lalu berpindah wilayah yang saat ini menjadi perbatasan Ciamis-Banjar, serta kembali pindah ke daerah Kawali.

“Di Kawali itulah kita menemukan sumber yang bisa dipercaya tentang Galuh, yaitu  enam prasasti yang menyebutkan berbagai peristiwa tentang kerajaan Galuh,” papar Prof. Nina.

Memiliki ibukota kerajaan yang berpindah menyebabkan adanya perbedaan karakteristik Kerajaan Sunda dengan kerajaan di Jawa Tengah maupun Jawa Timur.

Baca Juga:Tiba-tiba Dikirim WA oleh Bupati Cirebon? Terungkap Canggihnya Cara Hacker Membajak Akun Whatsapp, Ikuti Thread IniBadai Pasir dari Mongolia, Langit Berwarna Kuning di Beijing

Baca: Kisah Penobatan Prabu Siliwangi Raja Pajajaran Terjadi Gempa Bumi, Begini Isi Lontar Sangara Bumi

Kerajaan Sunda cenderung memiliki tinggalan sejarah berupa bangunan candi yang lebih sedikit dibanding di wilayah tengah dan timur. Ini disebabkan, masyarakat Sunda pada saat ini bukan sebagai masyarakat menetap. Hal ini menyebabkan mengapa ibu kota Kerajaan Galuh dan Sunda berpindah-pindah.

0 Komentar