WhatsApp akan Latih 20 Ribu Warga Indonesia

bos whatsapp will cathcart indonesia
Kepala WhatsApp Global Will Cathcart
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Kepala WhatsApp Global Will Cathcart mengatakan perusahaannya tahun ini berencana melatih lebih dari 20 ribu orang di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kesadaran tentang privasi dan perlindugan data pribadi, serta hoaks terkait Covid-19.

Baca: Tiba-tiba Dikirim WA oleh Bupati Cirebon? Terungkap Canggihnya Cara Hacker Membajak Akun Whatsapp, Ikuti Thread Ini

Sebelumnya, kata Cathcart, pihaknya bekerja sama dengan ICT Watch telah melatih lebih dari 17 ribu orang di Indonesia, termasuk pelajar, guru, aktivis, komunitas lokal, dan bisnis kecil di 19 kota.

Baca Juga:Perdana Menteri Israel Jongkok Tampak Buang Air Kecil, Patung Bugil Benjamin NetanyahuTragedi Salah Pilih Jilbab, Foto KTP Perempuan Ini Bikin Ngakak Warganet

“Kami bersemangat untuk melakukan lebih banyak lagi dengan lima program yang direncanakan tahun ini. Kami bertujuan melatih lebih dari 20 ribu peserta baru di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kesadaran mereka tentang privasi dan perlindungan data pribadi, serta hoaks terkait Covid-19,” kata Cachcart yang berbicara dalam bentuk rekaman video dan diputar di peluncuran “Edukasi Literasi Digital di Masa Pandemi“, Rabu (17 Maret 2021)

“WhatsApp sangat peduli dengan masa depan Indonesia,” tambah Cathcart.

Selain memberikan ketrampilan digital, kata dia, WhatsApp yakin dapat membantu bisnis kecil untuk tumbuh dan menghidupkan kembali perekonomian yang terpuruk akibat pandemi.

Baca: Intelijen Nasional Amerika Serikat Ungkap Peran Pemerintah Arab Saudi dalam Pembunuhan Jamal Khashoggi

“Kami percaya bahwa meningkatkan literasi digital turut memastikan bahwa teknologi tetap menjadi kekuatan positif untuk kebaikan,” ujarnya.

Cathcart juga mengucapkan terima kasih kepada Menteri Johnny G Plate dan timnya atas kerja sama erat yang telah dan terus terjalin.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan transformasi digital adalah sebuah keniscayaan yang harus dilakukan. Pandemi Covid-19, kata dia, telah memaksa kita mempercepat adopsi teknologi digital.

Semuel menambahkan, saat ini telah terjadi peningkatan kegiatan masyarakat yang cukup besar di ruang digital. Pemerintah juga tengah menggodok regulasi pendukung tansformasi digital lewat Rancangan Undang-Undang Perlindugan Dataa Pribadi yang sedang dibahas bersama Komisi I DPR RI.

Baca Juga:Kabupaten Tasikmalaya Diguncang Gempa Tektonik M3,5, Dirasakan Wilayah Sancang, Karangmunggal, Cipatujah, Salopa2 Pemeran Pelaku Video Syur 9 Menit 28 Konten Tertangkap

“Namun, keberadaan regulasi yang memadai tidak cukup tanpa kesadaran masyarakat terhadap literasi digital, khususnya dalam isu privasi, perlindungan data pribadi, serta misinformasi tentang Covid-19,” kata Semuel.

0 Komentar