Isu Perubahan Iklim, Polusi Bisa Memperkecil Alat Vital Pria

body image 2021032511
Ilustrasi: Terong sering disimbolkan sebagai alat vital laki-laki. (Foto: Dainis Graveris/Unsplash)
0 Komentar

Teknologi pengukuran kandungan ftalat pada tubuh manusia sudah muncul di tahun 2000, dan sejak saat itu penelitian Dr Swan berhasil menunjukkan bagaimana bahan kimia ini diturunkan dari orang tua ke bayi mereka, mempengaruhi gairah seksual perempuan, hingga, yang terbaru, mereduksi ukuran penis laki-laki.

Sang ilmuwan juga merilis penelitian di tahun 2017, yang mencari hubungan antara kandungan polutan serta tingkat kesuburan seseorang. Lewat 185 penelitian terhadap lebih dari 45 ribu lelaki dewasa, ditemukann bahwa jumlah sperma pria di negara-negara Barat turun hingga 59 persen antara tahun 1973 hingga 2011.

Di Eropa sendiri saat ini regulasi lingkungan hidup makin marak, dan berakibat positif. Badan Lingkungan Eropa (EEA) menyatakan bahwa kini eksposur polutan yang dihadapi warga Eropa telah turun 41 persen dibanding dua dekade yang lalu.

Baca Juga:Mengungkap Diagram Magis di Tanah SundaLukisan Pedagang Garam Suku Maya Kuno, Cirebon Tambak Garam Rakyat Terluas

Hal tersebut diyakini akan menambah panjang umur warga Eropa hingga sembilan bulan. Dan, diharapkan juga memperpanjang eksistensi manusia di Bumi. (*)

0 Komentar