CARUBAN NAGARI-Pakar Antropologi Forensik Universitas Airlangga (Unair) Dr. Phil. Toetik Koesbardiati yang turut tergabung dalam penelitian bersama tim Ekskavasi BPCB Jatim menyebut bahwa salah satu dari tiga temuan kerangka tersebut relatif utuh secara struktur.
Disadur dari kominfo.jatimprov.go.id, “Kondisinya memang sudah remuk di beberapa tempat. Namun struktur rangka dari tengkorak hingga kaki masih lengkap. Begitu pula bagian rusuk, tulang belakang, dan lengan,” ungkap Toetik Koesbardiati, dosen Antropologi Forensik Ragawi FISIP Unair, di Surabaya, di Surabaya, Rabu (24/3/2021).
Baca: 3 Kerangka Manusia di Situs Kumitir Era Majapahit, 2 Terindentifikasi di Kawasan Istana Bhre Wengker
Baca Juga:Isu Perubahan Iklim, Polusi Bisa Memperkecil Alat Vital PriaMengungkap Diagram Magis di Tanah Sunda
Temuan sisa-sisa peninggalan Kerajaan Majapahit kembali ditemukan di Situs Kumitir, Mojokerto pada Rabu (3/3/2020) lalu. Kali ini temuan tersebut berupa tiga kerangka manusia yang ditemukan selama ekskavasi tahap ketiga yang dilakukan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur di area sebelah barat tempat pemakaman umum Dusun Bendo, Desa Kumitir. Rangka manusia itupun ditemukan saat mengangkat tanah di kedalaman 60 cm pada sektor C Situs Kumitir.
Jika dilihat berdasarkan pelvis dan tengkorak, kerangka tersebut diidentifikasi berjenis kelamin perempuan dengan estimasi umur 20-30 tahun dan tinggi badan 141-153 cm. Dr. Toetik yang tergabung dalam upaya eskavasi telah mengambil sampel bagian tulang telinga dan tulang tangan untuk diidentifikasi.
Baca: 40 Kerangka Manusia ‘Goa Horor’ Terungkap Kumpulan Ayat Alkitabiah 1900 Tahun Lalu
Posisi kerangka perempuan itu pun cukup unik karena berposisi tengkurap. Oleh karena itu, analisis arkeotanatologi untuk mengetahui alasan posisi rangka tengkurap pun akan segera dilakukan apabila semua rangka telah terekspos dan data penggalian telah dilengkapi.
Begitu pula dengan penentuan usia kerangka untuk mengetahui apakah kerangka tersebut berhubungan dengan era Majapahit ataukah kerangka manusia modern yang dikubur disana. Hal tersebut perlu dilakukan lantaran tepat di sebelah timur lokasi penemuan kerangka adalah tempat pemakaman umum Dusun Bendo.
“Makanya kami perlu melakukan dating atau penanggalan untuk mengetahui secara pasti umur atau pada masa apa sisa rangka manusia ini pernah hidup,” imbuhnya.
