Naskah Kuno Sajarahing Pasundan Ungkap Nabi Adam hingga Ratu Sedalarang

Jepretan Layar 2021 04 08 pukul 22.23.39
Naskah ini dapat diakses di khastara Perpusatakaan Nasional Republik Indonesia. Naskah turunan zaman Brandes (sekitar tahun 1890 an) menyalin dari babon yang diperoleh di Batavia. Berisi Silsilah Nabi Adam sampai Ratu Sedalarang. Naskah diberi kode BR 53.
0 Komentar

Raden Wirabaya (bupati ke-11) menjabat bupati Panjalu menggantikan Raden Arya Sacanata, pamannya. Raden Wirabaya mempunyai anak yang bernama Raden Wirapraja. Raden Wirabaya wafat, jabatan bupati dilanjutkan oleh anaknya, Raden Wirapraja (episode XXI).

Raden Wirapraja (bupati ke-12) menggantikan ayahnya menjadi bupati Panjalu. Selama menjadi bupati Raden Wirapraja tidak diceritakan mempunyai anak. Cerita diseling dengan mengisahkan putranya Raden Arya Sacanata, Raden Wiradipa. Raden Wiradipa memiliki anak yang bernama Raden Cakranagara. Sebelum Raden Wirapraja selesai menjabat bupati, dia meninggal dunia. Selanjutnya pemerintahan diteruskan oleh saudaranya, Raden Cakranagara (episode XXII).

Raden Cakranagara (bupati ke-13) sebagai bupati Panjalu menggantikan Raden Wirapraja. Raden Cakranagara memiliki putra yang bernama Raden Cakranagara“kapindo” (Raden Cakranagara II). Raden Cakranagara wafat, jabatan bupati dilanjutkan oleh putranya, Raden Cakranagara II (episode XXIII).

Baca Juga:Tanpa Sengaja Lewat Rumah Tetangga Bertemu Perempuan Berjilbab Duduk Ternyata Baru Sadar Meninggal 7 Hari LaluMistisnya Kampung Pitu yang Hanya Ditinggali 7 Keluarga, Warganet: Jika Kurang 7 Anak Keturunannya Bikin KK Baru

Raden Cakranagara II (bupati ke-14) menjabat bupati Panjalu menggantikan orang tuanya, Raden Cakranagara. Raden Cakranagara II rajin mencari ilmu khususnya ilmu agama sampai ke Cirebon. Raden Cakranagara II mempunyai istri kemenakanya Sultan Cirebon yang bernama Raden Salengga Anom. Dari pernikahannya, Raden Cakranagara II memiliki anak yang bernama Raden Barsalam. Raden Cakranagara II wafat, jabatan bupati dilanjutkan oleh putranya, Radén Barsalam. Selanjutnya Raden Baralam berganti nama menjadi Raden Cakranagara Anom (episode XXIV).

Raden Cakranagara Anom (bupati ke-15) merupakan bupati Panjalu yang terakhir, dikarenakan beliau dipensiunkan pada tahun 1819 M oleh Sultan Cirebon. Raden Cakranagara Anom menjabat bupati Panjalu selama 33 tahun. Pada akhir pemerinahan Raden Cakranagara Anom, Kabupaten Panjalu berubah menjadi kawedanaan serta disatukan kepada Kabupaten Galuh (episode XXV). 

Sementara itu, dalam “Kawih Pangeuyeukan: Tenun dalam Puisi Sunda Kuna dan Teks-teks Lainnya” yang disunting oleh Mamat Ruhimat, Aditia Gunawan, Tien Wartini terdapat silsilah Panjalu. Buku ini menyajikan edisi teks yang berasal dari dua naskah koleksi Perpustakaan Nasional bernomor 407 dan 1101, masing-masing merupakan urutan lempir saat disalin sama dengan urutannya sekarang. Naskah ini terdiri dari lima teks yang berbeda, tetapi, melihat gaya tulisannya, kemungkinan besar kelimanya ditulis oleh tangan yang sama. Fisik naskah masih baik dan terawat.

0 Komentar