Adakah Hubungan Tenggelamnya KRI Nanggala 402 dengan Keberadaan Kapal Selam Emeraude Perancis?

Screenshot 2021 04 26 084323
Tangkapan layar Instagram Story Banjarnahor
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Seorang analis pencarian dan pertolongan tim SAR Nasional, Joshua Banjarnahor memberikan analisis mengenai tenggelamnya KRI Nanggala 402.

Joshua Banjarnahor memaparkan analisisnya melalui media sosial Instagram @banjarnahor pada Sabtu, 24 April 2021.

Joshua Banjarnahor memaparkan keresahannya bahwa tenggelamnya KRI Nanggala 402 ada hubungannya dengan kapal selam milik Perancis, Emeraude.

Baca Juga:Wali Berandal Tanah JawaKapal Selam Nanggala 402 Diprediksi Berada di Kedalaman yang Setara dengan Gedung Tertinggi di Dunia Burj Khalifa

Diketahui sebelumnya, salah seorang Angkatan Laut Perancis mengatakan bahwa kapal selam serang bertenaga nuklir telah kembali dengan selamat usai melakukan perjalanan ke Laut China Selatan.

Kegiatan itu dilakukan Perancis guna unjuk kekuatan di tengah ketegangan yang memburuk akibat klaim  yang dilakukan China atas Laut China Selatan.

Kapal selam yang dipimpin Kapten Antoine Delaveau diketahui telah melakukan misinya selama tujuh bulan tanpa terdeteksi kapal-kapal lain dan dilakukan secara diam-diam.

Kapten kapal bahkan mengatakan bahwa kapalnya telah muncul ke permukaan, di mana sebelumnya bergerak melalui Selat Sunda antara Jawa dan Sumatera.

Hal ini dipaparkan langsung Menteri Pertahanan Perancis, Florence Parly dalam konferensi pers keberhasilan silent mission yang dilakukan Angkatan Laut Perancis.

Mengetahui hal tersebut, Joshua Banjarnahor menyatakan kemirisannya terhadap pertahanan pemerintah Indonesia terutama di laut.

Ia mengatakan jika kapal selam milik Perancis melakukan sabotase atau penyerangan pada objek vital negara akan memberikan efek negatif bagi pertahanan di lautan.

Baca Juga:Negara Maritim Tapi Impor IkanPria Ini Siapkan Rp20 Miliar untuk Kantong Macan hingga Keris Berdiri, Zaman Crypto Masih Ada yang Mainan Ghoib

Tak lama kapal selam Emeraude menyatakan keberhasilannya, muncul berita hilangnya kontak KRI Nanggala 402 di perairan Bali.

Alumni Universitas Pertahanan RI ini pun mengatakan bahwa Indonesia memiliki wilayah laut yang strategis.

“Ada atau tidak ada hubungannya antara kedua berita kapal selam Emeraude dan Nanggala di perairan Indonesia haruslah kita waspadai,” tulis Joshua dikutip carubannagari.radarcirebon.com dari Instagram Story miliknya @banjarnahor.

Kemudian ia menuliskan bahwa beberapa negara dengan antusias bersedia membantu pencarian KRI Nanggala 402, yaitu Australia, Amerika Serikat, India, Jerman, Perancis, Singapura, dan Rusia.

Negara-negara tersebut akhirnya dengan mudahnya bisa masuk ke perairan Indonesia dengan alasan membantu pencarian KRI Nanggala 402.

Joshua Banjarnahor kemudian menuliskan ketakutannya jika pemerintah Indonesia tidak waspada karena sistem keamanan Indonesia masih jauh di bawah negara yang akan menolong pencarian KRI Nanggala 402.

0 Komentar