Sultan Sepuh Aloeda II: Museum UGM Menjadi Inspirasi bagi Masa Depan Bangsa Indonesia

244401518 4696474830382904 1950021957017211169 n
0 Komentar

CARUBAN NAGARI – Museum sebagai sumber inspirasi masa depan. Istilah tersebut sangat tepat karena dengan melihat koleksi yang ada di museum kita bisa mengetahui sejarah sekaligus mendapatkan gagasan untuk mencapai tujuan.

Salah satu museum tersebut adalah Museum UGM. Terletak di rumah dinas Bulaksumur D6 dan D7, Museum UGM tergolong masih cukup muda usianya. Museum ini diresmikan pada 19 Deseber 2013 silam.

Meskipun masih cukup muda, Museum UGM juga menyimpan sejarah yang cukup menarik. Salah satunya karena adanya ruangan yang menjadi tempat tinggal mantan Presiden AS, Barack Obama, saat kecil. Ruang Obama kecil tersebut ada di D7.

Baca Juga:Kunjungi UGM, Sultan Sepuh Aloeda II Dorong Mahasiswa Ciptakan UMKM yang TerdigitalisasiHadiri Ngunjung Adat, Sultan Sepuh Aloeda II Ajak Masyarakat Mertasinga Terus Hidupkan Kearifan Lokal

Ruangan Obama saat kecil ini bahkan sempat ditengok oleh adik Presiden Barack Obama, Maya Soetoro yang berkunjung ke Museum UGM pada 11 Juni 2013.

Sultan Sepuh Aloeda II Rahardjo Djali, Kasultanan Kasepuhan Cirebon memberikan apresiasi yang cukup tinggi atas hadirnya Museum UGM. Ia berharap agar hadirnya Museum UGM bisa menjadi ruang ekspresi bagi mahasiswa, dosen serta pengunjung yang hadir.

Sultan Sepuh Aloeda II Rahardjo Djali tampak antusias saat berkunjung dan melihat-lihat koleksi Museum UGM. Mulai dari peninggalan dan foto-foto sejarah UGM dari masa ke masa, tokoh-tokoh nasional yang berjasa pada pendirian UGM, tokoh UGM yang berjasa dalam memperjuangkan dan mendirikan UGM, capaian-capaian UGM, prestasi mahasiswa, karya monumental pemikir UGM dan berbagai perkembangan UGM sampai sekarang.

Lalu apa saja isi dari Museum UGM ?

Ruang Pamer D6

Ruang pamer ini terdiri dari Ruang Pamer Utama yang menampilkan sejarah perjalanan UGM beserta replika roket karya mahasiswa Teknik UGM.

Selain itu, Ruang Pamer Prof. Sardjito yang menampilkan sejarah dan hasil karya rektor pertama UGM tersebut. Yang ketiga Ruang Pamer Ki Sarmidi Mangunsarkoro yang menampilkan sejarah dan penghargaan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan pada era Kabinet Hatta II (1949-1950) tersebut sekaligus tokoh yang berperan dalam lahirnya UGM.

Ruang Pamer Prof. Dr. Ir. Herman Johannes di sisi kanannya menampilkan hasil karya teknologi dan atribut yang pernah digunakan salah satu rektor UGM tersebut. Herman Johannes yang memimpin UGM pada 1961-1966 tersebut berhasil mengembangkan inovasi tungku hemat energi.

0 Komentar