Meski Sunan Kudus sudah berjanjji untuk tidak membalas kematian ayahnya, namun Adipati Terung tetap memutuskan mengasingkan diri ke wilayah Cirebon. Dia pun meminta izin terlebih dulu kepada Sunan Gunung Jati, yang menjadi penguasa wilayah Cirebon. Rupanya, wilayah Cirebon yang dipilih oleh Adipati Terung itu terletak di Kabupaten Indramayu sekarang.
Adipatu Terung kemudian menikah hingga menghasilkan keturunan, yang akhirnya sampai pada Ki Gede Paoman.
Meski menjadi tokoh yang berpengaruh di masa silam, namun makam Ki Gede Paoman selama ini kurang mendapat perhatian dari pemerintah daerah setempat. Padahal, kompleks makam Ki Gede Paoman sudah masuk SK Inventarisir tentang Cagar Budaya pada September 2018, yang ditandatangani Bupati Indramayu saat itu, Anna Sophanah.
Baca Juga:Kasus Dugaan Penjualan Benda Cagar Budaya, Kejari Kota Cirebon Tahan 2 ASNMengungkap Kejanggalan Kasus Penjualan Benda Cagar Budaya Pompa Riol, Ada Pejabat Tinggi yang Terlibat
‘’Pembersihan dan pemeliharaan makam hanya dilakukan secara swadaya dan gotong royong oleh masyarakat,’’ terang Nang Sadewo.
Hal itu seperti yang mereka lakukan beberapawaktu yang lalu. Kompleks makam Ki Gede Paoman yang ditumbuhi rerumputan dan ilalang, mereka bersihkan. Selain itu, makam-makam yang kurang terawat juga mereka perbaiki dan dilakukan pengecatan pada dinding kompleks makam hingga sekarang menjadi tampak bersih dan terawat.
Untuk memaksimalkan upaya penyelamatan terhadap makam Ki Gede Paoman, warga setempat pun berinisiatif membentuk Paguyuban Warga Paoman. Mereka juga merencanakan akan menggelar kegiatan Ngunjung Akbar pada Oktober 2022 mendatang.
‘’Ngunjung Akbar ini juga sebagai upaya untuk mengenalkan para leluhur kepada generasi muda saat ini,’’ tandas Nang Sadewo. (*)
