Siapa Sosok di Doodle Google Hari Ini?

gbr99y61rb
Doodle Google Rasuna Said. Google dalam Doodlenya menampilkan sosok HR Rasuna Said, untuk memperingati hari lahir ke 120 pahlawan perempuan Indonesia yang ditakuti Belanda. Foto: Tangkapan Layar.
0 Komentar

CARUBAN NAGARI- Bagi warga Jakarta pasti tidak asing dengan Jalan Hajjah Rangkayo Rasuna Said atau HR Rasuna Said atau paling tidak pernah mendengar nama jalan yang terletak di sepanjang Kuningan hingga Setiabudi, Jakarta Selatan. Nama jalan ini diambil dari seorang wanita pejuang kemerdekaan asal Sumatra Barat yang hari ini menjadi Doodle Google.

Doodle Google hari ini, Rabu, 14 September 2022 merayakan ulang tahun ke-112 Rasuna Said yang dikenal sebagai Singa Betina Pergerakan Kemerdekaan Indonesia yang dikenal sebagai sosok yang lantang bersuara membela hak-hak perempuan. Sepanjang hidupnya, Rasuna Said yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia pada 1974 dan tokoh perempuan kesembilan yang menerima kehormatan tersebut, dikenal sebagai seorang guru dan jurnalis.

Sejak kecil, perempuan yang lahir di dekat Danau Maninjau, Agam, Sumatra Barat, 14 September 1910 itu dikenal tekun dan cerdas. Pendidikan dasar Rasuna dihabiskan di SD Maninjau lalu melanjutkan ke Diniyah School di Padangpanjang. Kecerdasan Rasuna sudah bisa terlihat saat ia bersekolah hingga ia dipercaya mengajar kelas di bawahnya meskipun ia masih pelajar atau dikenal asisten guru.

Baca Juga:Bulan Safar Nyiramkeun Pusaka Kerajaan Talaga Manggung MajalengkaSudah Ada Sejak 3.500 Sebelum Masehi, Kabupaten Kuningan Tertua Ketiga di Jawa Barat

Ia memang dikenal dengan kecintaannya kepada ilmu pengetahuan. Ia pun memotivasi kaumnya berani bermimpi besar.

Tak hanya pendidikan umum, Rasuna juga menimba ilmu agama di Pesantren Ar Rasyidiyah. Usai menamatkan Diniyah School, Rasuna mengabdi menjadi pengajar di almamaternya.

Tak banyak saat itu, Muslimah yang menempuh pendidikan hingga tingkat lanjut. Rasuna ingin memajukan pendidikan bagi seorang wanita.

Selain pendidikan, ia juga tertarik dengan politik. Ia ingin agar wanita saat itu juga melek politik. Dalam pandangan agama, bangsa, dan politik, Rasuna banyak di pe ngaruhi gurunya H Abdul Karim Amrullah, ayahanda HAMKA. Hingga akhir perjuangannya landasan berpikirnya sela lu menggunakan pemikiran dari Abdul Karim.

Rasuna Said diundang bergabung dengan Sarikat Rakyat pada 1926. Empat tahun setelahnya, dia terlibat dalam penyelenggaraan Persatuan Muslim Indonesia (PERMI), sebuah organisasi yang praktik kolonialisme Belanda dan perlakuan tidak adil terhadap perempuan.

Di sekolah-sekolah yang didirikan PERMI ia ikut mengajar. Rasuna Sadi mendirikan Sekolah Thawalib di Padang, dan memimpin Kursus Putri dan Normal Kursus di Bukit Tinggi. Saat terjun dalam dunia politik, Rasuna dikenal dengan kemahirannya berpidato. Isi pidato yang disampaikannya selalu tajam menyangkut penindasan pemerintah Belanda ketika tahun 1930.

0 Komentar