CARUBAN NAGARI-Jenglot ialah benda seperti boneka mainan yang berukuran kecil dipergunakan orang untuk melancarkan sesuatu hal di dalam hidupnya.
Di dalam agama Islam, menggunakan jenglot dilarang oleh agama karena merupakan perbuatan yang musyrik.
Konon katanya., jenglot menurut sebagian orang adalah sosok dari jasad makhluk hidup. Beberapa orang mencari jenglot untuk kepentingan dalam hidupnya, seperti kerezekian, asmara dan lain sebagainya.
Baca Juga:Nasib Jenglot Bergelang Emas di PasareanGunung Api Ciremai, 3 Februari 1698: Gunung di Cirebon Telah Roboh
Sebagaimana dikutip carubannagari. delik.news dari kanal YouTube Abah Romdhoni. Menurut beberapa keterangan leluhur zaman dulu, sejarah awal mulanya jenglot berasal dari kasta brahmana yang melakukan moksa.
https://www.youtube.com/watch?v=Qu7wZ7KvlTw
Brahmana ialah kasta tertinggi dalam agama Hinda dan Budha. Biasanya yang melakukan moksa adalah anggota kerajaan atau pandhita pada masa itu.
Sedangkan moksa, ialah proses kematian yang paling mulia menurut keyakinan kasta Brahmana.
Moksa adalah suatu kegiatan melepaskan hal yang berkaitan dengan duniawi dengan melakukan semedi, tanpa makan, minum, dan tidak melakukan aktivitas apapun.
Dalam keyakinan orang yang melakukan muksa, dia akan mengecil dan hilang dengan sendirinya. Hilangnya secara fisik ialah tujuan dari melakukan moksa.
Kasta Brahmana adalah manusia, ketika melakukan moksa dan secara fisik dia mengecil dan tergoda dengan makanan atau minuman dia akan gagal melakukan moksa.
Kegagalannya tersebut, tidak bisa melanjutkan kegiatan moksa ataupun melakukan aktivitas seperti manusia sebelumnya.
Baca Juga:Ajaran Pepali Pitu Raden Qasim Menantu Sunan Gunung JatiRaden Makdum Ibrahim Penemu Jenis Gamelan dengan Tonjolan di Bagian Tengah
Nah, karena kegagalan dalam melakukan moksa dan fisiknya yang masih mengecil itulah yang dikenal sebagai jenglot.
Karena moksanya gagal, dia menjadi seorang jenglot dan belum mati.
Oleh karena itu, dia juga memiliki kesaktian saat menjadi manusia pada zaman dulu.
Orang biasanya menggunakan jenglot untuk kelancaran asmara, keuangan dan lain sebagainya.
Sebagai timbal baliknya, orang tersebut harus merawat jenglot hingga mati.
Tetapi, ada sebagian masyarakat yang meyakini bahwa jenglot yang mati masih bisa bermanfaat.
Tapi, ada juga yang mengatakan bahwa jika jenglot mati sudah tidak bermanfaat bagi yang merawatnya.
Tentunya, setiap perbuatan yang berhubungan dengan hal gaib mempunyai efeknya. Biasanya, jika mampu merawat jenglot tidak ada efek negatifnya.
