Rombongan transmigran tersebut hendak menuju Sumatra Selatan (Sumsel). Namun, salah satu bus yang membawa rombongan tersebut tergelincir, kemudian masuk ke sungai dan terbakar di kali Sewo Desa Sukra Kabupaten Indramayu.
Musibah tersebut terjadi pada pukul 04.30 dini hari. Sebanyak 67 orang yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak tewas akibat kejadian tersebut. Di antara rombongan yang mengalami musibah hanya tiga anak-anak saja yang selamat.
Semua korban yang tewas dimakamkan di dekat pemakaman umum yang terletak di dekat lokasi kejadian. Semenjak kejadian itu, banyak para pengendara yang melempar koin ketika melewati jembatan.
Baca Juga:Runtuhnya Mandala Indraprahasta Tanpa BekasPantangan Bagi Anda yang Berjualan Menurut Primbon Jawa
Hal ini bertujuan agar diberi keselamatan selama perjalanan melintasi Jalur Pantura dari gangguan makhluk halus. Tidak jelas kapan ritual lempar koin ini mulai ada. Namun, sebagian besar masyarakat meyakini jika tradisi ini sudah ada sejak zaman Belanda.
Masyarakat juga sangat meyakini bahwa yang meminta atau menyapu koin di sekitar jembatan ini, salah satunya merupakan jelmaan makhluk halus yang biasa menghuni Jembatan Sewo.
“Makannya yang lewat sini pada melempar koin. Misal dari Jakarta mau ke Surabaya, mereka pasti lempar koin, untuk memohon diselamatkan dalam perjalanannya, agar tidak mengantuk, dan lain-lain,” ungkap Mursini.
Hingga kini, tradisi melempar koin oleh para pengendara sudah menjadi tradisi. Bahkan yang dilempar bukan hanya uang koin saja. Terkadang mereka melempar lebih dari 1 koin, bahkan uang kertas dengan pecahan yang besar.
Tradisi menyapu koin pun telah menjadi mata pencaharian utama bagi masyarakat di sana. Bahkan ada penyapu koin yang telah puluhan tahun terjun sebagai penyapu koin di Jembatan Sewo.
Hal ini dikarenakan penghasilannya yang sangat menggiurkan, walaupun harus beraktivitas di bawah terik matahari. Tentunya juga risiko yang mengancam karena bisa mengakibatkan kecelakaan saat berusaha mengambil koin yang dilemparkan.
Orang-orang berjejer sigap menyapu koin-koin yang dilempar pengendara yang melintas di Jembatan Sewo. Pandangan mata orang-orang tersebut membidik setiap kendaraan, mengawasi manakala pengendara melempar uang.
Baca Juga:Kucing Hitam Si Pembawa Sial, Benarkah?Ramalan Nostradamus Tentang Nasib Kerajaan Inggris Usai Ratu Elizabeth Meninggal Dunia, Monarki Selesai
Bila ada yang melempar, aksi rebutan antara orang-orang ini tidak terelakkan lagi, Mereka akan mengambil uang koin ini dengan sapu yang dipegangnya walaupun harus berdesakan di badan jalan.
