CARUBAN NAGARI-Pemandangan yang tidak biasa terlihat di Jalur Pantai Utara (Pantura), Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Bukan untuk membersihkan jalan, mereka menyapu uang yang dilempar para pelintas dari tengah ke pinggir jalan, sebagai bagian tradisi.
Tradisi penyapu koin ini tepatnya di Jembatan Sewo, Kecamatan Sukra, perbatasan Indramayu dengan Subang. Puluhan warga berjejer di sisi jalan jalur tersebut. Mereka terlihat membawa sapu berukuran cukup panjang, dan berbaris rapi memperhatikan para pengendara jalan.
Warga kemudian akan mengambil koin yang dilemparkan oleh para pengendara dengan menggunakan sapu tersebut.Â
Baca Juga:Runtuhnya Mandala Indraprahasta Tanpa BekasPantangan Bagi Anda yang Berjualan Menurut Primbon Jawa
Tradisi penyapu koin ini tidak terlepas dari kisah mistis. Seorang penyapu koin Mursini mengatakan asal usul kebiasaan masyarakat mengemis dengan cara menyapu koin berasal dari kisah mitos sungai yang di berada di bawah Jembatan Sewo.
Dahulu dipercaya ada kakak beradik yang bernama Saedah dan Saeni. Kedua bersaudara ini konon orang yang sangat miskin. Mereka berdua bertahan hidup dengan menjadi pengemis hingga meninggal dunia di sekitar Jembatan Sewo.
Kisah Saidah dan Saeni versi Jembatan Sewo ini paling dikenal oleh masyarakat di pesisir utara Jawa Barat, mulai dari Cirebon hingga sebagian wilayah Karawang.
Sedangkan ada juga versi lain yang menuturkan bahwa keduanya dahulunya aktif dalam pementasan seni tari ronggeng. Walau kisahnya sudah berlangsung lama, masyarakat mempercayai arwah dari kakak beradik itu berada di bawah Jembatan Sewo.
Hal inilah yang membuat Jembatan Sewo dikenal sebagai jembatan angker, hingga sekarang Mursini menyebut masih saja ada masyarakat yang datang ke tempat itu untuk mendapatkan berkah.
Selain sebagai tradisi, alasan para pengendara melempar koin tidak lain agar usaha yang tengah mereka geluti bisa lancar dan selalu untung. Juga agar perjalanan mereka bisa selamat sampai tujuan.
Terlepas dari itu, memang banyak dari pengendara yang melempar koin untuk meminta keselamatan dari gangguan makhluk halus selama perjalanan melintasi jalur Pantura hingga sampai ke tujuan.
Baca Juga:Kucing Hitam Si Pembawa Sial, Benarkah?Ramalan Nostradamus Tentang Nasib Kerajaan Inggris Usai Ratu Elizabeth Meninggal Dunia, Monarki Selesai
Kisah mistis Jembatan Sewo bertambah kental, setelah peristiwa kecelakaan maut yang menimpa sebuah bus transmigran asal Boyolali. Peristiwa naas ini terjadi pada 11 Maret 1974 di Jembatan Sewo.
