Jika Prabu Siliwangi Muslim, Maka Kisah Kian Santang Tidak Ada

san 1
Leuweung Sancang yang diliputi misteri
0 Komentar

Terjemahan:

Semoga selamat. Inilah tanda peringatan Rahyang Niskala Wastu Kancana, turun kepada hyang Ningrat Kancana, kemudian diamanatkan kepada Susuhunan yang sekarang di Pakuan Pajajaran. Telah menitipkan dayeuhan di Jayagiri dan dayeuhan di Sunda Sembawa agar ada yang mengurusnya. semua hendaknya jangan mengganggu dengan dasa calagara, kapas timbang dan pare dongdang. Maka diperintahkan kepada para muhara agar jangan memungut biaya (pajak) dari mereka (penduduk) karena mereka itu sangat berbakti kepada ajaran (agama) dan teguh memelihara Dewasasana.

Dalam kalimat pembukaan Prasasti tertulis ong awignam as/tu sama dengan om awignam astu Artinya: Ya Tuhan, semoga atas perkenanMu…

Referensi

  1. “Apakah Prabu Siliwangi Menolak Islam, atau Menerima Diam-Diam?” republika.co.id 19 April 2016 Diakses 12 Februari 2022.
  2. Ekadjati,  Edi  S.,  1985. “Naskah  Sunda  Lama  Kelompok  Badad”.  Jakarta:  Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
  3. ___________,    1985. “Pendekatan  Sejarah  Atas  Peninggalan-peninggalan Tertulis  Tentang  Prabu  Siliwangi”dalam  Seminar  Sejarah  dan  Tradisi Tentang Prabu Siliwangi. Bandung: 20-24 Maret.
  4. ___________,1988. “Naskah  Sunda:  Inventarisasi  dan  Pencatatan”. Bandung: Universitas Padjadjaran
  5. Koswara, Dedi. “Buku Bahan Perkuliahan Sastra Buhun: Intrepretasi Semiotik WKS”. pdf. Bandung: Fakutas Pendidikan Bahasa dan Sastra UPI. Diakses 8 Agustus 2020.
  6. Kusdiana, Ading. (2014). Sejarah Pesantren: Jejak, Penyebaram, dan Jaringannya di Wilayah Priangan (1800-1945). Bandung: Humaniora.
  7. Lubis,   Nina   Herlina,   1991. “Diktat   Historiografi”.  Bandung: Jurusan sejarah UNPAD.
  8. __________, 1994.” Interpretasi Sumber Sejarah” dalam Jurnal Sastra, Tahun II, No. 2. Bandung: Fakultas Sastra UNPAD.
  9. __________,  1998. “Kehidupan  Kaum  Menak  Priangan:  1800-1942”.  Disertasi Doktor. Bandung: Pusat Informasi Kebudayaan Sunda.
  10. Marzuki, Sulina dkk. 1992/1993. “Wawacan Perbu Kian Santang”. Jakarta: Proyek Penelitian dan  Pengkajian Kebudayaan Nusan­tara Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Direktorat Jenderal Kebudayaan. kemdikbud.go.id pdf Diakses 7 Agustus 2020. 
  11. Muhsin Z., Mumuh. 2010. “Penyebaran Islam di Jawa Barat”Makalah. Disampaikan dalam Saresehan Nasional “Sejarah Perjuangan Syaikhuna Badruzzaman (1898 – 1972)“ Diselenggarakan pada tanggal 13 Juni 2010 Di Pondok Pesantren al-Falah, Mekargalih, Tarogong Kidul, Kabupaten Garut . unpad.ac.id PDF Diakses 12 Februari 2022.
  12. “Pluralisnya Kerajaan Pajajaran, Prabu Siliwangi Menikahi Perempuan Muslim” oleh Avirista Midaada, Okezone · Kamis 06 Januari 2022 Diakses 12 Februari 2022.
  13. Utomo, Bambang Budi. Arsitektur Bangunan Suci Masa Hindu Buddha di Jawa Barat. Jakarta: Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata Proyek Peneltian dan Pengembangan Arkeologi, 2004. 
  14. Widyastuti, Endang. “Variasi Bentuk Ganesa dan Perkembangan Religi di Jawa Barat”, dalam Kresno Yulianto (Penyunting), Tradisi, Makna dan Budaya Materi, hlm. 28-39. Bandung: Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia, 2004.
  15. Zoetmulder, P.J. ”The Significance of the Study of Culture and Religion for Indonesian Historiography”, dalam Soedjatmoko, Muhammad Ali, G.J.Resink, dan G.Mc.Kahin, An Introduction to Indonesian Historiography, hlm 326-330. Ithaca/New York: Cornell University Press, 1965. (*)
0 Komentar