Jika Prabu Siliwangi Muslim, Maka Kisah Kian Santang Tidak Ada

san 1
Leuweung Sancang yang diliputi misteri
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Masih ada juga pertanyaan disampaikan kepada Penulis: Apa agama yang dianut Prabu Siliwangi?

Dalam berbagai kisah babad, diantaranya Cariosan Prabu Siliwangi yang ditulis tahun 1435 M, bertemu dengan Sakyan/Nyai Subanglarang dalam sebuah sayembara di Kerajaan Singapura Cirebon. Sayembara itu untuk memperbutkan putri raja Singapura yaitu Mrajalarangtapa. Sedang Subanglarang adalah putri Mangkubumi atau Patih Kerajaan Singapura yang juga hadir di lokasi.

Belakangan ini narasi baru muncul bahwa Prabu Siliwangi bertemu dengan Nyai Subanglarang di Pondok Pesantren Syekh Quro Karawang. Karena tertarik dengan kecantikan dan kefasihan membaca Al-Quran, maka Prabu Siliwangi menikahi Nyai Subanglarang. Untuk menikahi wanita muslim, konon Prabu Siliwangi memeluk agama Islam.

Baca Juga:Rajah Kalacakra di Gerbang Menara Kudus Ditakuti PejabatMasjid Kuno Berusia 120 Tahun Tenggelam Selama 30 Tahun Muncul Saat Kekeringan di Bendungan

Jika benar Prabu Siliwangi memeluk agama Islam karena di-Islam-kan oleh Syekh Quro, bagaimana dengan kisah Kian Santang? Narasi ini menegasikan kisah Kian Santang. Kecuali memang Prabu Siliwangi memeluk agama Islam karena di-Islamkan oleh Kian Santang. Kiranya kronologi sejarah perlu disusun ulang secara komprehensif mengenai kisah Prabu Siliwangi dan Kian Santang agar tidak saling menegasikan satu sama lain.

Prabu Siliwangi diupayakan masuk Islam oleh puteranya Kian Santang. Kisah yang bersumber dari babad pesisir selatan Jawa Barat ini telah tersebar luas. Jika Prabu Siliwangi telah memeluk Agama Islam semenjak menikahi Nyai Subang Larang yakni Ibunda Kian Santang, lalu mengapa ada kisah upaya peng-Islam-an oleh Kian Santang?Menurut legenda, Sang Prabu Siliwangi menolak masuk Islam, ketika diimbau putranya Kian Santang hingga akhirnya dikejar-kejar dalam epik pertempuran adu ilmu kedigdayaan. Akhirnya Prabu Siliwangi memilih ‘menghilang’ atau ‘Ngahiyang’ di Pantai Sancang Garut. Proses Islamisasi di Jawa Barat pada abad ke-14 sampai ke-16 tidak dapat dilakukan tanpa menyebut nama-nama besar seperti Kian Santang.

Seandainya Prabu Siliwangi telah Muslim sebelum Kian Santang lahir, maka Kisah Kian Santang menjadi tidak ada. Namun nama Kian Santang masih melekat dengan makam di Godog Garut dan tidak main-main nama Prabu Kian Santang diabadikan menjadi nama Bataliyon Raider 301 Prabu Kian Santang.

0 Komentar