Carita Ratu Pakuan, dari Soal Gunung Pertapaan Para Dewa Menitis Putri Pejabat Calon Istri Prabu Siliwangi hingga Putri Ngambetkasih Diperistri Ratu Pakuan

1.... e1663976853562
Naskah Carita Ratu Pakuan
0 Komentar

CARUBAN NAGARI-Naskah Carita Ratu Pakuan berasal dari kropak 410 di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) yang sekarang berada di Museum Sri Baduga Bandung.  Naskah ini ditulis oleh “Kai Raga”.

Adapun profil Kai Raga dapat kita baca keterangannya dari Ratu Pakuan (1970) karya Atja dan Tiga Pesona Sunda Kuna (2009) susunan J. Noorduyn dan A. Teeuw. Berdasarkan kedua buku tersebut, Kai Raga adalah pertapa yang tinggal di sekitar Sutanangtung, Gunung Larang Srimanganti. Gunung ini merupakan nama kuno Gunung Cikuray, Garut, dewasa ini.

Melalui penelusuran dan penafsiran Pleyte yang ada pada Ratu Pakuan dan Tiga Pesona Sunda Kuna, Kai Raga diperkirakan hidup pada awal abad ke-18. Penelusuran dan penafsiran Pleyte ini didasarkan atas perbandingan naskah-naskah yang ditulisnya dengan naskah Carita Waruga Guru yang menunjukkan kesamaan corak huruf.

Baca Juga:Mbah Kuwu Sangkan, Pemilik Lima Nama Pecinta Hewan, Salah Satunya Kebo Dongkol Bule KaroneJejak Mbah Muqoyyim di Tuk Karangsuwung

Karya-karya tulis dan koleksi Kai Raga diturunkan kepada kerabatnya. Ia sendiri tidak meninggalkan keturunan. Dan, ketika Raden Saleh pada tahun 1856 mencari-cari peninggalan purbakala atas inisiatif Masyarakat Seni dan Ilmu Pengetahuan Batavia (BGKW), naskah-naskah peninggalan Kai Raga diserahkan kepada pelukis tersebut.

Carita Ratu Pakuan, sebagaimana catatan Atja (1970), dibagi dua bagian. Pertama, mengenai gunung-gunung pertapaan para pohaci yang akan menitis kepada para putri pejabat calon istri Ratu Pakuan atau Prabu Siliwangi. Kedua, mengenai kisah Putri Ngambetkasih diperistri Ratu Pakuan.

Berikut ini Naskah “Ratu Pakuan”

 Ini carita Ratu Pakuan/ Ti Gunung Kumbang/ Gunung Giri Maya Seda/ Petapaan Pwahaci Mambang Siyang/ Nitis ka Rucita Wangi/ Ahis Tuhan Jaya Sakti/ Seuweu Patih Sang Atus Wangi/ Munding Cina pulang dagang/ Basa pula ti lumajang/ Sakelel miduwa basa/ Nu beunghar di pabeyan/ Gunung Tara Maya Seda/ Bukit Si Panglipur Manik/ Patapaan Pwahaci Mambang Kuning/ Nitis ka Manik DewataKa Sang Raja Angsa/ Ahis Ratu Premana Tuhan Paksajati/ Seuweuna Serepong Wangi/ Nu beunghar di Taal Wangi/ Gunung Cupu Bukit Tanporasih/ Patapaan Pwahaci Nirwati/ Nu nitis ka Tambo Agung nu Leuwih kasih/ Ahis Tuhan Rahmacute/ Seuweu Patih Parebu Wangi Serepong/ sira Punara Putih ti Sumedanglarang

0 Komentar