Sejarah Peteng Cirebon, Sejarah Rante Martabat Tembung Wali (Bagian 1)

gua pengawal
Goa Pengawal yang merupakan tempat para pengawal sunan beristirahat. Struktur goa tersebut dibuat pendek dengan tujuan agar mereka yang masuk kedalamnya menunduk. Arti dari gestur tubuh tersebut adalah menandakan hormat pada yang lebih tua atau lebih tinggi jabatannya. (Ilustrasi: Gua Sunyaragi)
0 Komentar

Nyahi Mindra. Putra yang kesembilan bernama Nyahi Saili yang memilik putri yang bernama Nyahi Aliyin yang tinggal di dalam Masjid yang bertembok keliling. Adapun Nyi Gedeng Pancuran menikah dengan Haji Usman yang tinggal di Karang Kemuning yang ada di wilayah Jepara.

Perkawinan Nyi Gedeng Pancuran dengan Haji Usman mempunyai dua orang putri yang bernama Nyi Pembayun dan Nyi Wuragil. Nyi Pembayun menikah dengan Haji Usman Tayum. Kemudian memilik anak laki-laki yang bernama Sunan Undung. Nyi Wuragi menikah dengan seseorang yang bernama Makhdum Sampang dan memiliki tiga (h. 6) orang anak yang salah satunya bernama Ki Makhdum Langgar.

Kemudian putra yang lain bernama Kiyahi Thoyib dan Nyi Kusuma yang berputra Syekh Abiduddin yang nanti menjadi Kadi di Kesultanan Demak. Adapun Nyi Gedeng Malaka yang menikah dengan Khalifah Husen itu memilik empat orang anak. Anak yang laki-laki bernama Raden Bandar yang menikah dengan Nyi Tulis yang masih kerabat dengan

Baca Juga:Pesisir Mundu Pantai Cirebon, Kisah Pangeran Seda Ing Lautan Wafat di Laut JawaTahap Penuntutan, Kejari Kota Cirebon Proses 4 Tersangka Kasus Pompa Riol

Masyaikh Khami putra dari Ki Gedeng Wilis memiliki anak perempuan yang bernama Nyi Sariyah yang menikah dengan Sunan Undung. Sunan Undung dan Nyi Sariyah memiliki putra yang bernama Sunan Kudus yang sangat agung dan mulia. Ada salah satu dari anak Nyi Gedeng Malaka yang perempuan yang bernama Nyi Layang yaitu

yang menjadi isteri Sultan Demak Pertama yang bergelar Abdul Fatah. Pernikahan Nyi Layang dan Sultan Demak Raden Fatah mempunyai dua orang putra yaitu (h. 7) Pangeran Sabrang Lor yang menjad Sultan Demak kedua. Anak yang lain dari Raden Fatah dengan Nyi Layang ialah Pangeran Trenggono yang menjadi Sultan Demak ketiga. Begitulah keturunan orang-orang mulia yang bercampuran dengan menikahkan anak-anaknya dengan kerajaan lain terus berkesinambungan hingga zaman ke zaman yang keturunan mencerminkan sebagai keturunan para wali. (bersambung)

Sumber: Terjemahan Kitab Sejarah Peteng Cirebon

0 Komentar